Jumlah sampah di Kota Balikpapan setiap harinya mencapai 467,86 ton. Hal tersebut membuat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar di Kawasan Balikpapan Timur kian padat. Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Manggar, sekitar 70 persen dari kapasitas lahan pembuangan sampah sudah penuh. Bahkan, sampah sampai menggunung di beberapa titik.
“TPA Manggar ini ada tujuh zona. Lima zona sudah penuh. Itupun yang zona enam tinggal 40 persen. Kalau persentase secara keseluruhan tersisa 30 persen dari kapasitas,” kata Kepala UPTD TPA Manggar, Haryanto, Jumat (22/7).
Menurut Haryanto, sampah sisa makanan menjadi jenis sampah terbanyak. Mencapai 38,30 persen atau 176,21 ton per hari dari total sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Balikpapan. “Kemudian ada sampah kertas 17,10 persen atau sekitar 80 ton per hari. Selanjutnya sampah plastik 14,41 persen atau 67,42 ton per hari. Ada juga sampah kayu, daun dan lainnya,” ungkap Haryanto.
Berbagai upaya, lanjut Haryanto, telah dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah. Mulai dari pemilahan, pengelolaan melalui bank sampah, hingga dengan konsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle).
Konsep ini memiliki inti yakni Reuse, menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya. Reduce, mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah. Dan Recycle, mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat.
“Dari sisi pemerintah kami mengoptimalkan fasilitas MRF (Material Recovery Facility) untuk sampah unorganik dan ITF (Intermediate Treatment Facility) untuk sampah organik,” ucapnya. (Fredy Janu/Kpfm)
Editor : izak-Indra Zakaria