TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti yang terjadi pada Rabu (20/2) sekira Pukul 00.30 Wita di Jalan Nasding RT 08, Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur.
Kejadian ini membuat Sudirman terpaksa kehilangan tempat tinggal, setelah kediamannya itu hangus diobok-obok si jago merah. Penyebab kebakaran pun sepele yakni api rokok.
Informasi yang diperoleh Berau Post, diketahui bahwa beberapa saat sebelum kejadian, Sudirman sempat merokok di kamar sebelah dalam rumahnya yang diketahui berkasur kapuk tersebut.
Saat asyik merokok di atas kasur kapuk, tiba-tiba percikan api rokok pria berusia 39 tahun itu jatuh di kasur yang lebih mudah terbakar itu. Sudirman tak sadar jika api rokoknya jatuh di kasur, sehingga ia kemudian meninggalkan kamar itu dan pindah ke kamar tidurnya.
Lebih kurang 30 menit kemudian, Sudirman mencium bau asap seperti ada sesuatu yang terbakar. Meski demikian, ia tidak sama sekali mengkhawatirkan jika bau asap terbakar itu bersumber dari kamar sebelah bekas tempatnya merokok tersebut. Sudirman tenang-tenang saja dan melanjutkan tidurnya. Tak lama kemudian, hawa panas pun muncul di sekitar kamar tidurnya. Sudirman penasaran dan memeriksa kamar yang berkasur kapuk tadi. Setelah dicek, ternyata api sudah mulai besar dan menguasai kamar bekas tempatnya merokok itu. Seperti kata pepatah “Kecil jadi kawan, besar jadi lawan” itulah api.
“Mengetahui rumahnya terbakar, pemilik saat itu langsung keluar rumah dan berteriak minta tolong, karena api sudah membesar,” jelas Kapolsek Teluk Bayur, AKP Suradi saat dikonfirmasi media ini kemarin.
Teriakan Sudirman langsung membangunkan warga lainnya dan berbondong-bondong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api baru berhasil dipadamkan setelah satu jam mengobok-obok rumah berbahan kayu itu.
“Dugaan sementara karena api berasal dari percikan rokok pemilik rumah, yang yang membakar kasur kapuk di salah satu kamar rumah itu,” lanjutnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, tapi rumah Sudirman hanya menyisakan puing dan arang. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 200 juta. “Pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya,” pungkas Suradi.
Di tempat lain, rumah Jamilah di Jalan Raya Bangun RT 02, Kecamatan Sambaliung, juga nyaris hangus diamuk api, sekira Pukul 14.30 Wita, kemarin (20/2). Api sempat membesar dan membakar kursi serta plafon rumah tersebut. Beruntung, pasukan pemadam kebakaran yang menunrunkan dua unit mobil berhasil menjinakkan api.
“Cuma anak saya saja di rumah dan dia di lantai atas, sedangkan yang terbakar di lantai bawah,” kata Jamilah.
“Syukur tidak terjadi kebakaran besar. Saya memikirkan warga sini, saya menduga api berasal dari korsleting listrik karena memang ada kabel yang bertumpuk. Kerugian sekitar Rp 10 juta,” sambungnya. (*/yat/asa)
Editor : uki-Berau Post