GURU diyakini menjadi salah satu ujung tombak keberhasilan suatu pembelajaran di kelas. Menjadi seorang guru masa depan di abad 21 memanglah tidak mudah. Oleh karenanya, guru masa depan harus bisa memperbaiki cara mengajarnya terutama ketika berada dalam ruang kelas. Saya yakin setiap guru ingin peserta didiknya mendapatkan hasil belajar yang baik. Maka itu, saya berharap pembelajaran yang diterapkan guru masa depan tidak menggunakan metode mengajar yang hanya ceramah secara berkelanjutan dalam kelas. Karena, hal ini akan membuat peserta didik merasa bosan dan mulai jenuh untuk belajar. Jika hal ini terjadi, maka akan ada banyak peserta didik mengantuk, berbicara sendiri, ribut, dan malas mendengarkan gurunya ketika guru sedang mengajar.
Kurikulum yang dari tahun ke tahun berganti dan mengalami perubahan, menjadi tantangan pendidikan di abad 21 bagi guru masa depan. Karena untuk mendidik peserta didik agar bisa menjadi generasi emas Indonesia. Maka perlu adanya cara belajar yang efektif dalam pembelajaran di kelas. Jika peserta didik sadar untuk belajar, saya yakin pendidikan di Indonesia akan maju, karena semua komponen pendidikan ikut serta berpartisipasi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu, guru masa depan yang hebatlah yang akan dapat menghadapi tantangan di abad 21. Baik tantangan perubahan kurikulum maupun perkembangan teknologi canggih serta pengaruh masuknya budaya asing ke Indonesia. Oleh sebab itu, lalu bagaimana cara kita bisa menjadi guru masa depan di era pendidikan abad 21? Yaitu apapun kurikulumnya dan di manapun mengajarnya kita tetap menjadi guru masa depan yang profesional. Untuk menjadi guru masa depan yang profesional kita dituntut mampu menguatkan pendidikan di Indonesia dengan ragam kebudayaan daerah yang membangun karakter peserta didik, bukan mengikuti pola pikir budaya asing.
Jika kita bicara tentang guru masa depan, maka kita berbicara tentang sosok guru yang mampu merancang, melaksanakan dan menilai pembelajaran di manapun dan kapanpun mereka bertugas dengan penuh tanggung jawab dan dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik menjadi insan Indonesia sejati dalam konteks budaya daerah yang ada. Selain itu, guru masa depan harus bisa memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan dan memiliki seluruh kompetensi pendidik yaitu, Pertama, guru masa depan harus memiliki kompetensi pedagogik. Artinya, kemampuan guru masa depan dalam pengelolaan pembelajaran menjadikan peserta didik paham dengan materi yang diajarkan, peserta didik juga memiliki wawasan yang luas dan hasil belajar di atas KKM.
Kedua, calon guru masa depan harus memiliki kompetensi profesional. Artinya, kemampuan calon guru masa depan dalam menguasai dan mengemas materi pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan peserta didik serta jenjang dan jenis pendidikannya. Ketiga, calon guru masa depan tidak hanya mempersiapkan kemampuan akademik yang ditingkatkan, melainkan harus memiliki dan meningkatkan kompetensi sosial. Artinya, calon guru masa depan mampu berkomunikasi lisan, tulisan dan isyarat serta bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orangtua/wali peserta didik dan secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma dan sistem nilai yang berlaku.
Yang terakhir, calon guru masa depan harus mampu memiliki kompetensi kepribadian yang teladan bagi peserta didik dan masyarakat. Artinya, calon guru masa depan memiliki kepribadian mantap, stabil, dewasa, bijaksana, berwibawa, jujur, berakhlak mulia, mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
Di era pendidikan yang semakin maju dan berkembang pesat, kita seringkali mendengar kata kurikulum. Apalagi pendidikan yang berkembang di Indonesia, kita mulai mengenal kurikulum 1947, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994, kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dan terakhir yang kita gunakan di pendidikan abad 21 yaitu, Kurikulum 2013.
Solusi terbaik untuk bisa menjadi guru masa depan yang profesional adalah kita mampu dan berkeinginan untuk terus belajar. Belajar untuk beradaptasi dan mengasah kemampuan dalam segala hal yang baru, yaitu apapun kurikulumnya dan di manapun mengajarnya, seorang guru harus siap dan bertanggungjawab terhadap tugas. Banyak tantangan yang akan dihadapi guru masa depan, salah satunya adalah kurikulum. Selain itu, tantangan selanjutnya untuk guru masa depan adalah teknologi.
Adapun cara untuk menjadi guru masa depan yang hebat apapun kurikulumnya dan di manapun mengajarnya yaitu dengan cara meneguhkan niat mendidik sebagai ibadah, memperkokoh kepribadian mulia dan ikhlas, meningkatkan kompetensi secara kontinyu dan memahami konteks menyeluruh tentang pembelajaran. (*/bersambung/asa)
Guru BK di SMK Negeri 1 Berau.
Editor : uki-Berau Post