ADA apa dengan bulan Januari? Akan banyak peristiwa menarik. Musim penghujan yang dimulai sejak Desember, suhunya akan menjadi panas. Suhu politik juga diprediksi akan terus memanas.
Saya baru mengirimkan ucapan selamat ulang tahun, salah satu resor yang ada di Pulau Maratua. Green Nirvana. Bulan ini memperingati dua tahun beroperasi.
Usianya masih belia. Tapi gebrakannya tak ubahnya sebuah resor yang sudah beroperasi bertahun-tahun lamanya.
Resor ini sudah ikut pameran di berbagai event internasional. Juga, menjadi langganan Pak Tito (Mendagri), saat masih menjabat Kapolri, untuk datang bersama istri melakukan penyelaman.
Pemiliknya Pak Gunawan. Tetangga saya di Tanjung Redeb. Pengelolaan sepenuhnya diberikan pada sang anak. Ivan namanya. Masih sangat muda. Lulusan salah satu perguruan tinggi di Australia.
“Selamat ulang tahun #Greennirvanaresortmaratua. Begitu ucapan selamat saya, yang saya kirimkan lewat Instagram.
Menjelang pergantian tahun, bukan hanya Green Nirvana yang akan super sibuk. Hampir semua resor di Maratua, akan kebanjiran tamu. Tamu yang akan menikmati pergantian tahun di Pulau Maratua dan Derawan. Juga lokasi wisata lainnya.
Green Nirvana, seperti juga resor lainnya Maratua Paradise dan Pratasaba, ada pada posisi yang menarik. Lokasi yang sangat disukai wisatawan. Menghadap ke laut, menyaksikan saat-saat matahari terbenam.
Saya yakin, tamu yang akan datang ke Maratua dan Derawan, sudah melakukan pemesanan kamar sejak lama. Jangan khawatir, wisatawan masih punya peluang menginap di homestay yang jumlahnya cukup banyak.
Itu di bulan Desember. Kesibukan menghadapi pergantian tahun. Juga menjadi puncak sibuknya pengelola resor dan homestay. Khusus momen ini, harga kamar juga akan mengalami kenaikan sedikit.
Karena pintu masuknya, bukan hanya satu. Petugas maupun operator biro perjalanan, hendaknya memperhatikan persoalan keselamatan. Juga saatnya menyepakati, berapa banyak wisatawan yang bisa berada di satu lokasi, secara bersamaan.
Petugas kesehatan, juga harus siap siaga di tempat tugasnya. Ini untuk mengantisipasi, berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Ada satu hal yang sangat disayangkan. Tarif yang seharusnya dikenakan setiap pengunjung belumlah diterapkan. Padahal semua perangkat hukumnya sudah sangat mendukung.
Bandara Kalimarau di hari-hari menjelang perayaan Natal dan tahun baru, juga sangatlah sibuk. Yang datang maupun yang akan merayakannya di luar daerah.
Sebagai bandara yang baru saja mendapatkan gelar The Best Airport 2019, sudah sangat paham bagaimana menangani masalah itu.
Bandara Kalimarau, juga sudah sejak lama mengidamkan didarati pesawat berbadan lebar. Landasan pacu maupun perangkat navigasi sudah memenuhi syarat. Petugas di terminal juga sejak lama tersedia.
Pengguna jasa bandara, juga sudah lama mimpi bisa menumpang pesawat yang akan membawanya langsung ke bandara tujuan. Juga mimpi, berangkat dengan tarif yang lebih murah.
Katanya bulan Januari. Salah satu operator penerbangan sudah melakukan pembicaraan serius dengan pihak manajemen Bandara Kalimarau. Bisa terbang langsung ke Surabaya. Juga daerah lainnya. Hehe, moga saja juga bisa langsung ke Makassar.
Kita harus sabar menanti Januari tiba. Mungkinkah apa yang disampaikan pihak bandara, akan terjawab. Kalau iya, suhu politik akan kembali adem.
Akan banyak wisatawan yang datang dan tiba di lokasi wisata lebih awal. Tak ingin membuang waktu.
Rasanya tak sabar menanti Januari tiba. Pak Bambang, Kepala Bandara Kalimarau juga pasti bersemangat. Akan menjadi sejarah, Kalimarau sudah bisa diterbangi langsung dari berbagai tujuan. Samarinda saja yang baru punya bandara, sudah ada penerbangan langsungnya.
Anggaplah, penerbangan langsung itu, menjadi kado awal tahun Kalimarau yang kini menyandang gelar The Best Airport 2019. Gelar yang sudah lima tahun di pundaknya. (*/udi)
Editor : uki-Berau Post