TANJUNG REDEB - Siswa kelas IV SD 016 Tanjung Redeb, Rivaldi Ranto Yampata menorehkan prestasi tingkat nasional. Namanya kini mengharumkan Bumi Batiwakkal, setelah meraih juara pertama lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.
Rivaldi Ranto Yampata yang biasa dipanggil Valdi, tidak pernah menyangka, surat yang ditulis tangan untuk sang menteri menjadi yang terbaik, dan berhasil meraih juara. Kepolosannya menulis surat mengalahkan ribuan peserta lainnya.
Ia menulis surat tentang aktivitas belajarnya di rumah selama Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Ia juga menceritakan kesehariannya bersama kedua kakak angkatnya. Ia juga kerap ikut berkebun dan memberikan makan ikan lele milik Nuraini, ibu angkatnya. Nuraini lah yang membimbing Valdi menulis surat. Nuraini juga berprofesi sebagai seorang guru di salah satu sekolah di Kecamatan Teluk Bayur.
Empat paragraf surat dengan tulisan tangan ia kirim. Isi surat merupakan idenya sendiri. Ia menuliskan kesan Ramadan yang berbeda dari tahun lalu. Dalam surat tersebut ia menuangkan kesedihannya, karena tidak bisa berbuka dan sahur bersama kedua orangtunya dan kedua adiknya. Akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, ayah Valdi tidak lagi bekerja, sehingga ia dititipkan kepada Nuraini. Momentum puasa bersama orangtua dan adiknya terpaksa ia lewatkan.
“Saya berharap setelah Idulfitri ini Covid-19 ini sudah berakhir. Sehingga saya bisa berkumpul bersama teman dan keluarga,” ungkapnya.
Di paragraf terakhir suratnya, Valdi menuliskan, ia menerima uang yang ia sebut THR dari Nuraini. Valdi tidak egois. Ia berjanji memberikan uang tersebut kepada ibunya. Dan benar, ia buktikan uang tersebut diberikan kepada ibunya.
Siswa kelahiran Sampaka, Sulawesi Tengah, 12 Desember 2009 lalu ini tidak menyangka bisa menjadi juara satu menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menyisihkan 6.600 peserta dari seluruh Indonesia. Prestasi ini pun jadi satu kebanggaan bagi Rivaldi. “Ini pertama kali saya menulis surat. Dibimbing ibu Nur,” ungkapnya polos.
Ia bahkan tidak pernah menyangka bisa video call dengan Menteri Nadiem Makarim. Ia tampak gugup saat dihubungi sang menteri. Ia tidak terlalu banyak bicara. Karena masih grogi. Sekelas Menteri Pendidikan menghubungi dia. Ia hanya menceritakan apa yang ditulis tersebut benar terjadi pada dirinya.
Rivaldi merupakan anak pasangan dari Ranto Yampata dan Hasniati. Rumah orangtuanya berada di Jalan Hidayatullah Gang Cipinang. Ia sehari-hari berjalan kaki menuju sekolahnya, karena keterbatasan ekonomi. “Waktu kirim surat itu lewat wa ibu guru (Nur),” jawab Valdi.
Saat menulis surat tersebut, Valdi membutuhkan waktu 3 hari. Hal ini dikarenakan ia ingin tulisannya serapi mungkin dan tanpa salah kata. Ia mengaku awalnya hanya iseng sekaligus ingin belajar menulis lebih rapi lagi. “Ibu guru ngasih tau saya (kalau ada lomba itu). Saya coba dan Alhamdulillah juara,” katanya.
Valid sendiri bercita-cita ingin menjadi seorang polisi. Ia bangga dengan seorang polisi. Ia ingin mengabdi untuk bangsa dan negara. Valdi ingin melihat ibunya bangga dengan dirinya. Ia pun giat belajar untuk menggapai cita-citanya.
Menurut Nuraini, Valdi anak yang rajin. Selama Ramadan, selepas sahur ia tidak langsung tidur. Namun menghafalkan surah-surah pendek Alquran. Ia juga tidak pernah lalai melaksanakan salat wajib. “Anaknya rajin. Ia kerap bersama kami pergi ke kebun di belakang rumah. Ya sekadar bersih-bersih. Belajar mengenal alam,” katanya.
Diakui Nuraini, Valdi ikut tinggal bersamanya sejak kelas 3 SD. Ia mengajari Valdi membaca, menulis. Ia pun bangga terhadap anak asuhnya tersebut. Ia tidak menyangka, kerja keras Valdi berbuah manis. Ia menjadi anak sekolah dasar pertama dari Berau yang bisa berkomunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Saya bangga dan terharu. Dengan segala keterbatasan, Valdi bisa juara satu menulis surat,” ungkapnya.
Keberhasilan Valdi meraih juara lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Berau Agus Tantomo. Sebagai kado keberhasilan, Agus Tantomo pun menghadiahkan sepeda kepada Valdi, agar lebih bersemangat bersekolah.
“Ini untuk sarana ke sekolah. Kado ini sebagai bentuk apresiasi dari saya. Saya bangga dengan Valdi,” kata Agus Tantomo.
Wabup menuturkan, ini merupakan pelecut bagi generasi muda lainnya. Meskipun terbatas, namun berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional. Berhasil menyisihkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia yang mungkin memiliki fasilitas lengkap. “Saya benar-benar bangga terhadap Valdi. Ia juga sebagai motivasi kepada generasi lainnya. Jangan malu dengan keterbatasan” kata Agus Tantomo.
Prestasi Valdi juga mendapat apresiasi dari Bupati Berau, Muharram. Secara khusus, Muharram mengundang Valdi makan malam bersama di rumah jabatannya. Muharram menuturkan, ada kesamaan antara dirinya dan Valdi sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Sama-sama tinggal dengan orang tua angkat.
Muharram mengaku bangga dengan Valdi. “Saya waktu sekolah dasar tidak seperti Valdi yang dihubungi oleh menteri,” ucapnya.
Tidak hanya itu, Bupati Muharram juga menghadiahkan laptop untuk sarana belajar kepada Valdi. Muharram menuturkan, dengan laptop tersebut, Valdi semakin semangat untuk belajar. Terus mengejar cita-citanya menjadi seorang polisi. Muharram mengaku, tidak ingin karena keterbatasan menghalangi Valdi untuk belajar. “Ini hadiah dari saya. InsyaAllah beasiswa juga akan diberikan,” katanya. (*/hnd/har)
Editor : uki-Berau Post