TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih, mengakui bahwa saat ini penanganan Covid-19 di Kabupaten Berau masih terkendala kurangnya tenaga kesehatan (nakes). Hal itu disampaikan bupati usai mengikuti teleconference dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor, Rabu (4/8).
“Saat ini memang yang menjadi permasalahan adalah kurangnya nakes. Tapi ini sudah kami rapatkan. Kami membuka pendaftaran tenaga kesehatan,” ujarnya.
Lanjutnya, dengan kekurangnan nakes beberapa waktu lalu diakui bahwa pihaknya sudah membuka pendaftaran untuk nakes. Akan tetapi, sampai saat ini pihaknya belum juga bisa memenuhi kebutuhan nakes tersebut. "Saat ini kita membutuhkan sebanyak 60 tenaga kesehatan. Tetapi sejak membuka pendaftaran, baru 18 nakes yang didapat,” keluhnya.
Dirinya mengaku akan sangat berterima kasih jika ada tenaga sukarelawan yang ingin ikut bersama membantu penanganan Covid-19 di Berau. Namun jika saat membuka pendaftaran masih tidak membuahkan hasil, maka opsi lain pihaknya akan meminta kepada pemerintah provinsi dan pusat agar tenaga kesehatan di Berau bisa segera terpenuhi. "Ke depan akan kami koordinasikan dengan pusat seperti apa jalan keluarnya untuk mendapatkan nakes itu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Berau Madri Pani yang juga hadir dalam rapat itu menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus lebih berani mengambil keputusan untuk menganggarkan dana untuk merekrut tenaga kesehatan tambahan atau mendatangkan nakes dari luar daerah untuk Berau. "Pemkab harus berani menganggarkan tanpa harus meminta persetujuan dari pusat untuk menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang tersisa untuk nakes tambahan,” ungkapnya.
Karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini memang Berau sangat kekurangan nakes. “Jika kekurangan nakes, pasti kinerja juga tidak akan baik. Apalagi ini adalah wabah yang harus segera ditangani dengan cepat,” kata dia. “Dan kita lihat bahwa nakes yang ada sudah sangat kelelahan. Ditambah lagi mereka ada yang terpapar Covid-19,” tandasnya. (aky)
Editor : izak-Indra Zakaria