TANJUNG REDEB – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumping Nusa, Kampung Pulau Derawan, melakukan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Derawan, Sabtu (2/10) lalu.
Transplantasi terumbu karang yang dilakukan bersama Pembina Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) Berau, Agus Tantomo, merupakan upaya rehabilitasi terumbu karang yang semakin terdegradasi melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk menciptakan habitat baru. Hal itu ujar Ketua Pokdarwis Suping Nusa, Hariyanto, transplantasi yang dilakukan merupakan langkah awal dalam menjaga ekosistem yang ada di perairan Pulau Derawan. Hal itu juga sejalan dengan upaya Pemkab Berau dalam menggenjot sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor andalan Bumi Batiwakkal.
“Karena kita baru mulai, maka baru tiga (bibit terumbu karang) yang ditanam di dasar laut. Kegiatan ini akan terus berlanjut dan kami terus bekerja,” ujarnya kepada Berau Post usai kegiatan.
Diungkapkannya, di tahap awal pelaksanaan ini, pihaknya menargetkan transplantasi dilakukan hingga setengah hektare bawah laut Pulau Derawan.
“Yang jelas ini akan menjadi kegiatan rutin kita demi menjaga ekosistem bawah laut. Semoga saja kegiatan ini dapat didukung,” harapnya.
Sayangnya, walau sukses melakukan transplantasi, pihaknya mengaku kecewa dengan ketidakhadiran perwakilan pemerintah, khususnya kepala daerah. Padahal kegiatan yang dilakukan pihaknya, untuk kepentingan kemajuan sektor pariwisata Bumi Batiwakkal. Apalagi beberapa hari sebelum kegiatan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Pemkab Berau, dan telah masuk dalam agenda kepala daerah, untuk menghadiri pelaksanaan transplantasi terumbu karang di Pulau Derawan.
“Dari pemkab sebenarnya sudah diagendakan hadir, bahkan sempat meminta susunan rangkaian acaranya. Tapi tiba-tiba mengatakan bahwa tidak bias hadir tanpa memberi penjelasan, atau membatalkan secara sepihak,” jelasnya.
“Padahal ini demi keberlangsungan wisata Pulau Derawan, karena kita tahu bahwa Pulau Derawan ini sendiri terkenal dengan wisata baharinya,” sambungnya.
Dikonfirmasi mengenai pembatalan kehadiran pejabat Pemkab Berau yang membuat kecewa anggota Pokdarwis Sumping Nusa, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Berau Saleh, tidak bisa memberikan penjelasan karena dirinya sudah sepekan tidak ngantor karena sakit.
“Saya tidak mengetahui hal itu karena saya saat ini sedang tidak enak badan, jadi tidak terlalu memonitor,” katanya.
Sementara Kasubbag Protokol, Bagian Humas dan Protokol Pemkab Berau, Rita Noratni, yang dikonfirmasi via telepon dan pesan WhatsApp, juga tidak bisa memberikan penjelasan. Melalui sambungan telepon, Rita mengaku tidak bisa mendengar dengan jelas. “Tidak jelas apa yang dibicarakan,” ujarnya sembari menutup telepon. Ketika coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rita juga tak merespons, walau pesan WhatsApp yang dikirim media ini telah dibacanya.
Padahal sebelumnya, pada pukul 11.05 Wita, Jumat (1/10) lalu, Rita sempat mengumumkan agenda bupati dan wakil bupati Berau di salah satu grup WhatsApp, yang salah satunya adalah agenda pelaksanaan penanaman terumbu karang di Pulau Derawan. Namun pada pukul 19.22 Wita, atau malam sebelum kegiatan, Rita kembali mengumumkan pembatalan kehadiran pejabat pemerintah dalam acara tersebut.
“Untuk kegiatan nomor 2 penanaman terumbu karang dan discovery diving di Pulau Derawan, karena sesuatu hal maka kegiatan tersebut tidak jadi/batal dihadiri oleh Pemkab Berau. Demikian disampaikan. Terima kasih,” tulis Rita dalam grup WhatsApp.
Sementara bagi Pembina HPI Berau Agus Tantomo, dirinya sangat berterima kasih kepada jajaran Pokdarwis Sumping Nusa. Sebab transplantasi terumbu karang yang dilakukan, merupakan bentuk kesadaran untuk pelestarian terumbu karang.
Menurutnya, apa yang dilakukan Pokdarwis Sumping Nusa, sudah sesuai dengan makna sadar wisata.
"Sadar wisata, bukan dalam artisan sadar untuk mengeksploitasi objek wisata saja. Tetapi mereka punya kesadaran untuk menjaga, memelihara, dan melestarikan," ucapnya kepada Berau Post.
Menurut Agus, dengan transplantasi terumbu karang yang dilakukan, akan melestarikan sumber daya alam bahwa laut agar terus terjaga hingga ke anak dan cucu nanti.
“Terumbu karang yang ditanam ini, nanti akan menjadi taman karang yang indah di kemudian hari. Insyaalah dari pengalaman kita selama ini, (terumbu karang) akan tumbuh,” pungkasnya. (aky/udi)
Editor : uki-Berau Post