TANJUNG REDEB - Untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Berau, Dinas Kesehatan harus mengeluarkan anggaran hingga Rp 4 miliar per dosis.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, mengatakan bahwa untuk menyuplai kebutuhan dosis vaksin, perlu mengeluarkan Rp 20 ribu per kepala (sasaran). Sehingga jika dihitung jumlah penduduk Kabupaten Berau yang mencapai angka 200 ribu lebih, maka untuk satu dosis saja mencapai Rp 4 Miliar. “Belum lagi kita harus memenuhi dosis II, dan booster," ujarnya, kemarin (23/2).
Jika berdasarkan total kebutuhan guna percepatan target vaksinasi dari dosis I hingga dosis booster, setidaknya Dinas Kesehatan memerlukan anggaran sebesar Rp 12 miliar. Namun menurut Iswahyudi, pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 40 miliar dari belanja tidak terduga.
Diakuinya, untuk 2021 lalu, pihaknya mengeluarkan biaya untuk vaksin hingga Rp 8 miliar. Hal ini tentunya sangat disayangkan apabila minat masyarakat untuk diberikan dosis vaksinasi Covid-19 itu meredup. Padahal, kebutuhan dosis vaksin dapat membantu penanganan infeksi virus Corona untuk mencapai herd immunity.
Karena itu, Dinkes Berau terus berupaya mendorong masyarakat untuk pencapaian vaksinasi Covid-19. Dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang belum mau diberikan vaksin walaupun sudah ada vaksin booster. "Karena itu sebagai kebijakan dari pusat untuk terus dilakukan percepatan vaksinasi ini,” jelasnya.
Selain anggaran percepatan vaksinasi Covid-19, lanjut Iswahyudi, pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran yang memadai semua kebutuhan fasilitas kesehatan. "Sebenarnya yang paling signifikan, anggaran untuk tim Satgas Covid-19 dalam rangka penanganan kasus positif," terangnya.
Kemudian, disebutkannya, pihaknya tahun lalu juga telah menggelontorkan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan dengan besaran berbeda. Yakni Rp 15 juta untuk dokter spesialis, Rp 10 juta untuk dokter umum, dan Rp 7 juta untuk perawat puskesmas. "Tapi, itu tidak otomatis. Siapa yang paling banyak bekerja dan berapa pasien yang dilayani, dan dibayar per hari kerja di Puskesmas," jelasnya.
Termasuk juga insentif untuk tenaga kesehatan yang bertugas dalam memberikan vaksin kepada masyarakat. Iswahyudi mengaku, insentif itu sebesar Rp 20 ribu per suntikan yang diberikan per tim. " Selain itu ada insentif untuk distribusi vaksin bagi tenaga kesehatan yang bertugas jauh dari tempat tugasnya," imbuhnya. (mar/har)
Editor : izak-Indra Zakaria