TANJUNG REDEB - Venue yang sebelumnya ditetapkan di Kecamatan Bidukbiduk, diputuskan pemindahan secara sepihak oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau. Hal itu pun membuat pihak PB Porprov VII Kaltim, hingga sejumlah cabor yang dipertandingkan di Bidukbiduk turut menyayangkan keputusan tersebut.
Wakil Ketua II PB Porprov Kaltim yang juga membidangi Sarana dan Prasarana (Sarpras), La Ode Ilyas mengatakan, pada prinsipnya Berau menjadi tuan rumah pelaksana Porprov semangatnya bukan hanya konsen di olahraga saja, tetapi bagaimana potensi-potensi daerah bisa diangkat. Salah satunya adalah pariwisata. Terutama di Bidukbiduk, sebagai salah satu tempat pelaksanaan pertandingan di dalam Porprov.
"Ada enam cabang olahraga yang rencananya akan dipertandingan di Bidukbiduk. Yakni dayung, ski air, kemudian cabor permainan ada kabaddi pantai, voli pantai, bola tangan pantai, dan korfball pantai," ujar La Ode kepada Berau Post, kemarin (30/5).
Memang pada dasarnya untuk cabor-cabor tersebut tidak memiliki lapangan khusus di Bidukbiduk. Sehingga diusulkan dan pihaknya sama-sama mendorong agar bisa dianggarkan, dan muncul nilai sebesar Rp 240 juta untuk penyediannya. PB Porprov bersama pihak-pihak terkait sebelumnya juga sudah meninjau langsung dan mencari lokasi yang layak untuk memperlombakan cabor-cabor tersebut di Bidukbiduk.
"Saat meninjau ke lokasi, semua pihak terkait termasuk Dispora ikut dalam kegiatan itu. Diputuskan juga pada saat itu kita menunjuk salah satu tempat di Kampung Teluk Sulaiman. Cuman saat itu lebih dulu memang harus berkoordinasi dengan Dishub," jelasnya.
Namun dalam perjalanannya, PB Porprov tak kunjung mendapatkan hasil koordinasi tindaklanjut penyelesaian dengan Dishub. Sekian lama menunggu, tiba-tiba pihaknya sudah mendapat informasi bahwa sudah turun anggarannya dan penunjukan lokasi tempat perlombaannya bukan di Bidukbiduk, melainkan di Tanjung Redeb.
"Sama sekali tidak ada informasi maupun koordinasi dengan PB Porprov. Bahkan informasi yang kami terima tidak secara langsung dari mereka (Dispora, red). Sehingga kami pun hari ini (kemarin, red( memastikan kabar tersebut dan dibenarkan langsung oleh Dispora, dalam hal ini Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Berau, Hasmawi," bebernya.
Pertimbangannya, jika dilaksanakan di Tanjung Redeb tempatnya akan dibangunkan di Kakaban Aquatik, tiga cabor lainnya yakni kabaddi, bola tangan, dan korfball akan jadi korban. Artinya tidak bisa dimainkan.
Menurut La Ode hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pihaknya tidak akan tinggal diam, PB Porprov akan mengupayakan agar pemindahan venue tidak dilakukan dan meminta agar bisa dilakukan sesuai rencana awal.
"Tidak mungkin juga hanya dayung dan ski air yang dimainkan di sana (Bidukbiduk, red). Sudah akses jalannya jauh, dua cabor saja lagi. Hal ini tentu menjadi catatan," sebutnya.
"Tidak ada komunikasi sama sekali dengan kita. Padahal yang menyusun semua ini kan mereka (Dispora, red), kenapa bukan dari awal-awal sudah menunjuk di sana. Kenapa berani memindahkan ke sini (Tanjung Redeb, red) tanpa koordinasi? Sementara kita sudah pleno kan. Sudah laporan ke bupati, bahkan juga ke beberapa pihak. Termasuk presentasi di hadapan Gubernur," pungkasnya.
Kendati itu, baik pihak PB Porprov maupun cabor terkait berharap tidak ada pemindahan venue. Tetap di Bidukbiduk. Terlebih pihak kecamatan setempat juga sudah sangat mendukung, termasuk aparat-aparat hingga pihak kampung.
"Yang jelas kami sangat kecewa atas keputusan sepikah Dispora ini. Terutama tidak pernah dilibatkan dalam rencana pemindahan venue tersebut. Dan yang paling kecewa lagi dalam hal ini adalah Camat hingga warga setempat," tuturnya.
Menurut La Ode, jika alasan pemindahan venue karena tidak ada lokasi alternatif di Bidukbiduk, jelas tidak logis. Karena ada lahan atau aset Pemda lainnya yang bisa dimanfaatkan, bahkan dinilai layak. Salah satunya itu di samping Lapangan Labuan Kelambu. Di sana ada lahan Pemda seluas 1,5 hektare. Tepatnya di RT 01 Labuan Kelambu, Kampung Bidukbiduk.
"Kami sudah tinjau ke sana. Kenapa harus di Tanjung Redeb? Jelas kami sangat menyayangkan jika pemindahan venue tersebut benar-benar dilakukan. Tidak ada koordinasi sehingga diputuskan sepihak. Kami PB Porprov juga bersikeras mencarikan solusi terbaik dari persoalan ini," tegasnya.
Karena bisa saja gagalnya venue di Bidukbiduk dampak yang ditimbulkan bukan hanya terhadap cabor yang dimainkan, tetapi sektor pariwisata yang digaung-gaungkan juga ikut terkena imbasnya. Bagaimana tidak, Bidukbiduk itu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Bumi Batiwakkal. Dengan terlaksananya Porprov ini tentu saja bisa memengaruhi perputaran ekonomi warga setempat.
"Karena Porprov adalah momen di mana kita bisa mempromosikan wisata-wisata terbaik kita kepada seluruh peserta. Tentu saja kesempatan baik ini bukan hanya bernilai positif bagi daerah, melainkan juga masyarakat turut merasakan dampaknya, khususnya terhadap ekonominya," pungkasnya.
Sementara itu, Camat Bidukbiduk Abdul Malik juga turut menyayangkan hal tersebut. Pihaknya sangat berharap enam cabor yang rencana diperlombakan di Bidukbiduk tidak ada perubahan. Terlebih pelaksanaan Porprov ini sudah diketahui seluruh warga kecamatan setempat, bahkan disambut baik. Karena tujuan utama dari adanya Porprov ini tentu tak lain juga memperkenalkan Bidukbiduk secara luas.
"Kalau ada pembatalan ataupun pemindahan venue secara tiba-tiba, terus terang kami pun kecewa. Karena sejak awal adanya rencana itu kita sudah digembar-gemborkan ke masyarakat," ucap Malik.
Ke depan, pihaknya berharap ada solusi dari persoalan tersebut. Baik itu menindaklanjuti dengan rapat bersama dengan bupati, maupun pihak-pihak terkait lainnya. "Harapan kami ada duduk bersama dan ada komunikasi dengan pihak terkait lainnya. Terkait kepastian adanya perubahan rencana venue," tuturnya.
Mengenai lahan yang dipersoalkan, menurut Malik memang ada beberapa aset Pemda yang kemungkinan besar bisa digunakan dan dikomunikasikan lebih lanjut dengan dinas terkait.
"Kita memang masih ada lahan alternatif di RT 01 yang dinilai bisa dijadikan venue cabor. Posisinya di Labuan Kelambu," katanya.
Kekecewaan tersebut juga disampaikan salah satu warga Bidukbiduk, Hasman. Karena menurutnya, jika 6 cabor pantai itu dilaksanakan di Bidukbiduk, paling tidak dampaknya ke pariwisata bisa lebih terangkat.
"Dengan adanya Porprov ini kan secara tidak langsung membuat jalan menuju Bidukbiduk mendapat perhatian dari provinsi. Paling tidak ada pemeliharaan. Kalau ada pemindahan venue tentu kita sebagai warga di sana merasa kecewa," tutup Hasman.
Terpisah, Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Berau, Hasmawi membenarkan terkait pemindahan venue. Alasannya, lokasi yang rencana ditunjuk menjadi tempat pemusatan perlombaan untuk 4 cabor terkendala lahan. Disebutnya, tanah milik dinas perhubungan itu diperuntukkan untuk pelabuhan.
Sebelum memindahkannya, dia mengaku telah berkoodinasi dengan pengurus cabor terkait. Dengan alasan itu juga Hasmawi menganggap dirinya tidak perlu lagi membicarakan hal tersebut kepada PB Porprov atau KONI.
"Karena beberapa pertimbangan, lokasinya dipindahkan di Kecamatan Tanjung Redeb. Karena lokasi voli pasir di Bidukbiduk itu berada di atas lahan milik Dishub Berau. Peruntukannya untuk pelabuhan. Kalau tetap dibangun di sana, sudah tidak sesuai. Makanya kita pindahkan,” jelas Hasmawi.
"Saya tidak berani juga memaksakan DPA yang sudah ada ini diubah ke Kecamatan Bidukbiduk. Saya siap saja jika hal ini dibawa ke bupati untuk dibahas bersama," ucap Hasmawi.
Pertimbangan lainnya jelas Hasmawi, karena pengalaman sebelumnya saat perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON). Beberapa cabor juga ditempatkan di Pulau Derawan, bahkan di Mangkajang. Setelah kegiatan PON selesai fasilitas yang dibangun malah terbengkalai.
Termasuk perumahan yang di Tanjung Batu. Sementara, venue di Bidukbiduk itu peruntukannya sebatas hanya untuk kegiatan Porprov saja. Sementara jika di Tanjung Redeb bisa digunakan berkelanjutan oleh atlet untuk latihan dan sebagainya.
"Jadi itu yang dikhawatirkan. Makanya kita tempatkan di Tanjung Redeb, tepatnya di area kolam renang Kakaban Aquatik agar bisa berkelanjutan. Begitu kegiatan Porprov selesai, atlet bisa memanfaatkan untuk latihan dan sebagainya. Mudah dijangkau juga," bebernya.
Menurutnya, penting juga untuk memikirkan pemanfaatan jangka panjang. Untuk pembinaan dan berkelanjutan. Pihaknya juga tidak ingin bersikukuh 4 cabor ini dilaksanakan di area sekitar kolam renang. Karena pelaksanaannya itu ada di KONI Berau. "Dispora dalam hal ini hanya melaksanakan sesuai DPA yang ada," katanya. (mar/sam)
Editor : izak-Indra Zakaria