TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau, BKSDA Kaltim, Dheny Mardiono menegaskan tidak tinggal diam, dalam penyelamatan telur penyu yang kerap dijarah pencuri.
Dalam memberantas aksi melawan hukum itu, BKSDA bekerja sama dengan TNI dan Polri.
Ia mengatakan, nyaris dua tahun ini pihaknya sudah melakukan penjagaan terhadap telur penyu baik di area Pulau Derawan, maupun Sangalaki dan sekitarnya. Penjagaan juga dilakukan siang dan malam, guna meminimalisir aksi pencurian.
“Jika dibilang diam, tentu kami tidak diam, kami bergerak mengamankan telur itu dari pencurian,” tegasnya kepada Berau Post.
Dikatakan Dheny, dalam dua tahun ini, populasi penyu mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan minimnya aksi pencurian terhadap telur penyu. Selain itu, ia bersyukur pihaknya sudah berhasil melewati musim puncak bertelur penyu.
Lanjutnya, para pelaku pencurian biasanya bermodus sebagai nelayan. Namun dengan kesigapan para petugas, pencurian bisa diatasi dengan baik. “Petugas pasti bertanya, jika ada perahu atau kapal yang bersandar, dan didata,” ucapnya.
Terpisah, Kapolsek Pulau Derawan AKP Lubis Ridwan mengatakan, penjagaan dilakukan secara bergantian dengan sistem 12 jam. Langkah ini menurutnya sudah lama dilakukan.
“Saya pastikan tidak ada (pencurian, red),” tegasnya.
Ia mengatakan, patroli bersama dengan TNI Angkatan Laut (AL) juga dilakukan, bahkan bagi kapal yang bersandar di daerah Pulau Sangalaki, akan langsung dilakukan pendataan, terkait berapa jumlah anak buah kapal (ABK) maupun tujuan bersandar.
“Modus kan banyak saja, kami akan memberikan tindakan tegas, jika mereka masih berani mencuri telur penyu itu,” pungkasnya. (hmd/arp)
Editor : uki-Berau Post