Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PKM Batu Putih Dianggap Jorok

uki-Berau Post • Rabu, 9 November 2022 - 18:15 WIB
INSPEKSI MENDADAK: Ketua DPRD Berau Madri Pani bersama anggota DPRD Berau Darlena, meninjau PKM Batu Putih karena mendapat banyak aduan masyarakat mengenai pelayanan dan kebersihan di PKM tersebut.
INSPEKSI MENDADAK: Ketua DPRD Berau Madri Pani bersama anggota DPRD Berau Darlena, meninjau PKM Batu Putih karena mendapat banyak aduan masyarakat mengenai pelayanan dan kebersihan di PKM tersebut.

BATU PUTIH – Ketua DPRD Berau Madri Pani geram. Dirinya dibuat geleng-geleng kepala saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Batu Putih, Sabtu (5/11) lalu.

Sebab saat melakukan sidak bersama anggota DPRD Berau lainnya, Darlena, Madri mendapati kondisi PKM yang jorok dan dianggap perlu pembenahan dalam sisi pelayanan PKM yang beroperasi 24 jam tersebut.

Dari pantauannya, ranjang untuk pasien yang seharusnya selalu bersih, ditemukan sangat berdebu. Bahkan bantal yang digunakan pasien sudah sangat tidak layak. “Ini pusat kesehatan, tapi lihat bantalnya saja bentuknya sudah begini. Bagaimana orang mau sembuh,” katanya sambil menunjukkan kondisi bantal yang sudah menipis serta tidak diberikan sarung bantal. Bantal yang berbungkus kain putih tersebut, juga sudah terlihat berkombinasi dengan warna cokelat.

Sehingga ditegaskan Madri Pani, dengan sistem kebersihan yang buruk ini, membuat masyarakat sangsi untuk berobat. Padahal PKM Batu Putih melayani masyarakat dari tujuh kampung terdekat. “Saya benar-benar kecewa, ini baru satu ruangan (yang ditinjaunya saat sidak). Bagaimana dengan ruangan lainnya,” ujarnya.

Usai meninjau ruang perawatan, Madri dan Darlena menuju ruang bidan. Tapi kondisi miris kembali ditemukannya. Karena ruangan yang digunakan untuk pelayanan ibu hamil, juga ditemukan jorok. Bahkan inkubator yang digunakan untuk bayi baru lahir, juga terlihat berdebu. Baik pada bagian dalam maupun bagian atasnya. Begitu juga dengan ruangan lainnya, yakni ruang poli yang dinilai sangat jauh dari kata bersih. “Ini sangat parah. Jorok dan berdebu,” tegasnya.

Madri menjelaskan, dirinya bersama Darlena sengaja mengagendakan sidak ke PKM Batu Putih, karena menerima banyaknya laporan masyarakat mengenai buruknya kebersihan dan pelayanan di PKM tersebut. Saat sidak, Madri juga menemukan fakta bahwa pimpinan PKM tidak berada di tempat dengan alasan ada agenda di Tanjung Redeb. “Kata stafnya ke Tanjung Redeb, tapi ada juga yang bilang ke Samarinda,” tuturnya.

Ditegaskan Madri, kondisi tersebut seharusnya tidak pernah terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan mana pun. Apalagi anggaran untuk kesehatan cukup besar, yakni 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau. Dengan anggaran yang besar, tentu pelayanan dan kebersihan harus bisa ditingkatkan. “Kami harap tidak menemukan PKM seperti ini di tempat lainnya,” tegasnya.

Madri bersama Darlena, juga sempat berbincang dengan salah satu pasien yang tengah berobat di PKM Batu Putih. Pasien tersebut mengaku harus membersihkan sendiri ranjang yang akan digunakannya untuk perawatan. “Inikan miris, orang mau sembuh malah tambah sakit. Belum lagi ruangan yang semuanya terkunci. Saya yakin jarang dibersihkan,” katanya.

Memasuki ruang pimpinan PKM, Madri dan Darlena kembali menemukan tumpukan barang-barang yang seharusnya digunakan untuk peningkatan pelayanan. Hal ini kembali membuat politikus NasDem tersebut kecewa. “Saya tidak habis pikir ini. Saya yakin, pimpinannya jarang ada di tempat. Saya harap Dinkes lakukan evaluasi,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Totoh Hermanto mengatakan, pihaknya selalu menekankan kepada setiap PKM agar bisa memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari menjaga kebersihan maupun saat melayani dan merawat pasien.

“Sudah setiap bulan dievaluasi, tapi saya tidak mengerti mengapa kejadian ini terjadi di Batu Putih,” ujarnya.

Terkait dugaan pimpinan PKM yang jarang di tempat, Totoh akan melaporkannya kepada bupati Berau sebelum mengambil tindakan tegas. “Saya akan laporkan ke bupati dulu,” pungkasnya.

Dikonfirmasi kemarin (8/11), Pimpinan PKM Batu Putih Wiwik, membantah jika dirinya disebut jarang di kantor. Dirinya mengaku memang tidak ada di kantor jika memenuhi undangan dan menghadiri kegiatan lainnya. Selebihnya dia mengaku selalu menjalani tugasnya di PKM untuk melayani masyarakat.

“Astagfirullah, tidak benar itu. Saya sering di kantor. Rumah dan keluarga saya di Batu Putih semua,” katanya.

Disinggung mengenai fasilitas yang terkunci dan banyaknya ruangan yang ditemukan kotor, Wiwik mengatakan pihaknya sengaja mengunci untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Sementara soal fasilitas bantal yang terlihat jorok, Wiwik mengaku tetap akan dipasang sarung bantal saat ada pasien masuk. “Memang belum ada gantinya (fasilitas bantal dan lainnya, red), kami sudah mengusulkan ke Dinkes kok,” paparnya.

Ia mengaku senang disidak. Karena menandakan adanya perhatian dari DPRD Berau. Ia mengaku sudah berusaha maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk banyak program di luar PKM yang berbau kesehatan masyarakat. “Nyesek kalau dikatakan kami tidak bekerja, seperti sakit tapi tak berdarah,” pungkasnya. (hmd/udi)

Editor : uki-Berau Post
#kesehatan #infrastruktur