Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspada Curah Hujan Tinggi di Berau

izak-Indra Zakaria • Kamis, 22 Desember 2022 - 22:40 WIB
TINGGI: Potensi hujan di Berau cukup tinggi, terlebih adanya dampak fenomena La Nina Modarat.
TINGGI: Potensi hujan di Berau cukup tinggi, terlebih adanya dampak fenomena La Nina Modarat.

TANJUNG REDEB – Memasuki pucak akhir 2022, hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia mengalami fenomena La Nina Modarat. Fenomena ini mengakibatkan meningkatnya volume hujan.

Prakirawan BMKG Berau, Suryandi, menjelaskan, saat ini Kalimantan Timur termasuk Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau masuk dalam kewaspadaan cuaca ekstrem atau La Nina Modarat.

“Imbauan sudah kita beri tahu, dimana cuaca ekstrem tersebut terjadi di tanggal 21-23 Desember,” ujarnya kepada Berau Post, Rabu (21/12).

Dirinya menjelaskan bahwa fenomena La Nina Modarat adalah salah satu fenomena yang menyebabkan terjadinya hujan yang berlebih. Dimana, dengan adanya fenomena tersebut maka volume hujan di satu daerah akan meningkat.

“Jadi selain karena memang Desember adalah waktu musim penghujan, adanya La Nina Modarat juga mengakibatkan volumenya bertambah,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memprediksi, untuk beberapa hari ke depan di sejumlah kecamatan cenderung berpotensi hujan secara merata pada saat pagi hari. Empat kecamatan yang dimaksud yakni wilayah Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

Lalu, kecamatan tertentu di pesisir selatan yakni Batu Putih, Bidukbiduk berpotensi cerah, tetapi ada potensi hujan pada pagi hari pukul 11.00 Wita. Kemudian, Talisayan, Biatan dan Tabalar berpotensi hujan yang sama, pada malam hari pukul 22.00 Wita.

Sementara itu, di Kecamatan Maratua diperkirakan tidak terjadi hujan. Sedangkan Pulau Derawan berpotensi hujan sejak pukul 11.00 Wita. Adapun Kecamatan Kelay dan Segah memiliki potensi hujan hingga malam hari pukul 23.00 Wita. “Jadi memang untuk data yang ada saat ini hujan turun pada saat waktu siang hingga malam hari,” katanya.

Namun untuk kecepatan angin rata-rata maksimum berkisar 10 km/jam, dengan suhu udara berkisar 23 hingga 29 derajat celcius, dengan kelembaban udara antara 70 hingga 100 persen. “Dan untuk perkiraan tinggi gelombang di perairan Berau berlaku di hari ini (kemarin, red) secara umum mencapai 0,5 meter,” tandasnya.

Sehingga dengan adanya hal ini, dirinya meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan bisa mengurangi kegiatan di luar rumah. “Ini menurut alat yang kita miliki, karena memang terkadang bisa berubah, karena cuaca memang cepat berubah sehingga tidak dapat diprediksi secara akurat,” tandasnya. (aky/sam)

Editor : izak-Indra Zakaria
#iklim