Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Utusan Khusus

uki-Berau Post • 2023-02-06 15:20:58
-
-

CERAHNYA langit dunia olahraga empat tahun mendatang, akan ditentukan dalam pekan ini. Cabang olahraga menyiapkan calonnya yang terbaik. Sebagai Ketua KONI.

Saya hanya mengira-ngira. Bahwa setidaknya hanya ada tiga calon yang bisa melenggang ke babak final. Itupun, bergantung seberapa banyak bisa mengantongi dukungan. Bagaimana meraup suara, di situ persoalannya.

Perkiraan saya lagi, ada ‘utusan khusus’ yang terus melakukan gerilya. Menggunakan berbagai media di jam-jam terakhir. Perkiraan saya yang lain. Akan ada tangan tak kentara, ikut campur mengondisikan situasi.

Deal-deal seperti itu, biasa saja dalam dinamika pemilihan pimpinan sebuah organisasi. Tak terkecuali, organisasi besar seperti KONI. Tak usah heran, bila ada ‘tekanan’. Jangan heran, bila didatangani utusan khusus itu.

Dan jangan heran, bila pemilik suara ada saja yang menonaktifkan teleponnya. Ia tentu tak mau terganggu, dan memilih tidak mengaktifkan telepon. Termasuk, menonaktifkan lokasi. Agar tidak terpantau posisinya.

Tidak berhenti sampai di situ. Akan ada upaya, melakukan lobi-lobi hingga pada pengurus di level provinsi. Tentu dengan berbagai pertimbangan. Agar mengarahkan anggotanya, mendukung sesuai yang ia harapkan.

Intip-mengintip pendukung sudah pasti terjadi. Tim sukses para kandidat, akan menimbang-nimbang dari sekitar 65 cabang olahraga. Mereka akan menghitung, siapa saja yang bisa digandeng. Siapa yang bisa ‘dikunci’.

Meski bukan anggota KONI, saya bisa meraba-raba ke mana saja suara yang dimiliki masing-masing cabang olahraga. Ukurannya, siapa saja yang berada dalam lingkaran para kandidat.

Tarulah, kalau kandidatnya pernah jadi pengurus KONI sebelumnya, akan terlihat kedekatan itu. Apalagi, para elite organisasi notabene juga adalah ketua cabor. Sudan bisa ditebak.

Tapi, saya meraba-raba, akan banyak pemilik suara yang menginginkan sebuah perubahan. Ingin melihat langit dunia olahraga di masa mendatang lebih baik lagi. Sehingga, meskipun berada dalam posisi ‘dekat’, mereka akan lebih profesional. Urusan dekat, dikesampingkan dululah.

Dari situ, sudah bisa diraba-raba, mengalir ke mana dukungan mereka. Mereka tak akan luluh akan rayuan. Sebab, akan ada alasan yang dengan mudah terbaca. “Kurang satu dukungan lagi,” kira-kira itu kalimat rayuannya.

Yang perlu diingat, kalau menjadi komandan KONI akan beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi bila ingin dikaitkan dengan urusan anggaran. Bila tak keliru, urusan keuangan pembinaan olahraga, sepenuhnya diserahkan pada dinas teknisnya.

Siapa yang dipercaya mengendalikan organisasi olahraga itu, sudah pasti figur yang tidak akan menggantugkan penuh harapannya pada Pemkab. Terutama, dalam hal pembiayaan pembinaan olahraga.

Dari gambaran itu, siapapun kandidat yang memenuhi syarat untuk maju, sudah bisa ditimbang-timbang. Seperti kita menyaksikan kuis ‘siapa dia’ atau kuis ‘tebak wajah’.

Baiknya, biarkan para pemilik suara itu, menjatuhkan pilihannya sendiri. Apakah mendukung La Ode Ilyas. Apakah menyerahkan suaranya untuk Nadjamuddin. Atau suara mereka yang sangat berharga dan menentukan perjalanan KONI ke depan itu, dititipkan kepada Taupan Madjid.

Telepon genggam tak perlu dimatikan. Kalau juga ada yang menelpon tengah malam, diangkat saja. Jawablah, bahwa sudah menentukan pilihan. Pilihan atas dasar figur yang ia dukung. Figur yang bisa memajukan dunia olahraga di Berau. Tokoh yang low profile dan bertangan dingin. Terlihat aktivitas berolahraganya. @cds_daengsikra. (*/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Catatan