PULAU DERAWAN - Dalam upaya pelestarian alam dengan menjaga ekosistem kelautan serta mencegah terjadinya abrasi, jajaran TNI melalui Kodim 0902 Berau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan penanaman 1.000 bibit mangrove di Kawasan Ekowisata Teluk Semanting, Senin (15/5).
Komandan Kodim (Dandim) 0902 Berau Letkol (Inf) Dony Fatra mengatakan, kegitan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini, merupakan upaya dalam menjaga ekosistem kelautan serta pencegahan abrasi di daerah.
“Kita lihat, mangrove ini kan banyak manfaatnya untuk mencegah abrasi dan melestarikan ekosistem yang ada,” ujar Dony di sela-sela kegiatan kemarin.
Untuk wilayah Kabupaten Berau, Dony menyebut selain penanaman yang dilakukan kemarin, juga akan diikuti penanaman di tempat lainnya. Oleh karenanya, pihaknya menyediakan 1.000 bibit mangrove untuk ditanam di wilayah Bumi Batiwakkal.
“Kalau di Berau sendiri, khususnya di Teluk Semanting ini, kita akan tanam seluas kurang lebih 1,5 hektare,” tuturnya.
Terpisah, Bupati Berau Sri Juniarsih menyambut baik program yang digelar jajaran TNI hingga di tingkat Kabupaten Berau. Sebab, diakuinya, hal ini sejalan dengan rencana aksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam melestarikan kawasan hutan mangrove.
“Tentu kami menyambut positif kegiatan ini, apalagi ini sejalan sengan visi dan misi kita dalam pelestarian hutan mangrove ini,” jelasnya.
Apalagi dirinya mengatakan, Teluk Semanting menjadi salah satu kawasan hutan mangrove yang cukup dilirik hingga tingkat pusat. Dikatakan, wilayah Teluk Semanting memang cocok dijadikan lokasi pelestarian hutan mangrove.
“Memang juga, Kementrian Perikanan melirik Teluk Semanting sebagai lokasi pelestarian mangrove ini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Berau sendiri lanjut dia, upaya pelestarian yang dilakukan memang mendapat perhatian khusus. Sebab, selain dari pemerintah dari tingkat pusat hingga kabupaten, pelestarian mangrove di Berau juga banyak dilakukan pegiat lingkungan.
“Hutan mangrove kita (Berau) terluas di Kaltim, sekitar 86 hektare kita punya,” jelasnya.
Oleh sebab itu, beberapa waktu lalu dirinya bersama dua kepala kampung asal Pulau Derawan, yaitu Kepala Kampung Teluk Semanting dan Kepala Kampung Pegat Batumbuk, menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam upaya membantu pendanaan pelestarian mangrove.
“Pemerintah pusat juga beri perhatian dan serius dalam penanganan ini,” jelasnya.
Sehingga dirinya meminta masyarakat yang tinggal di wilayah mangrove juga bisa ikut serta melestarikan. Sehingga, di masa yang akan datang, mangrove bisa memberikan dampak positif bagi generasi yang akan datang.
“Selain pemerintah, masyarakat juga perlu memberi perhatiannya dalam upaya pelestarian ini,” imbuhnya. (*/sen/udi)
Editor : uki-Berau Post