TANJUNG REDEB - Penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) terus dilakukan, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb. Salah satunya, di area belakang kantor bupati yang pengerjaannya ditarget rampung di akhir tahun ini.
Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Agus Wahyudi, yang meninjau lokasi tersebut Rabu (14/6) menuturkan, tujuan awal dilakukan pembangunan turap di titik itu adalah menjaga aset pemerintah dari kerusakan. Namun pada kenyataannya, bagian belakang kantor Pemkab Berau justru terjadi penumpukan sedimen tanah, sehingga lebih dangkal.
“Awalnya kan pengamanan, tetapi kita lihat justru tinggi tanahnya. Sehingga, bisa saja kita bangun turap agak menjorok supaya ada ruangan lebih sebagai RTH,” terangnya.
RTH tersebut nantinya diharapkan Agus, bisa menjadi opsi lain bagi masyarakat untuk menikmati RTH. Sebab, selama ini taman-taman atau RTH yang ada dinilai memang perlu ditambah.
“Jadi nanti inginnya bisa diberikan satu akses masuk tersendiri ke sana (lokasi perencanaan RTH),” sebutnya.
Pengerjaannya sendiri dijelaskannya, bisa selesai sebelum akhir tahun 2023. Sebab, pergeseran anggaran Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) bisa dialihkan untuk pembangunan wilayah RTH, dengan penimbunan tanahnya dan sebagainya usai pembangunan turap selesai.
Apalagi, terdapat juga tumbuh secara tidak langsung beberapa luasan lahan mangrove, sehingga pembuatan RTH tersebut bisa menjadi salah satu alternatif pembuatan RTH dengan melestarikan pohon mangrove.
“Kalau sisi satunya terhantam arus terus, pada sisi lainnya akan tumbuh subur. Jadi bisa sekalian kita lestarikan tumbuhan mangrovenya,” jelasnya.
“Kita tentu berharap ini bisa menjadi lokasi alternatif baru, ruang terbuka untuk masyarakat beraktifitas di taman,” pungkasnya. (*/sen/sam)
Editor : izak-Indra Zakaria