TANJUNG REDEB – Perbaikan Jembatan Sambaliung yang menimbulkan dampak sosial yang besar, membuat Pemkab Berau mengambil langkah antisipasi dini, jika kondisi yang sama harus dialami Jembatan Gunung Tabur. “Ini langkah antisipasi jika sewaktu-waktu Jembatan Gunung Tabur akan diperbaiki,” ujar Pj Sekkab Berau Agus Wahyudi, ditemui beberapa awak media di ruang kerjanya kemarin (21/6).
Dijelaskannya, Pemkab Berau tengah mematangkan rencana pembangunan jembatan penghubung Baru dari Kecamatan Teluk Bayur menuju Kecamatan Gunung Tabur.
“Sudah, kita sudah matangkan konsep itu. Saat ini kami tengah bersiap untuk menyurat ke pusat melalui BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional),” terangnya.
Agus menjelaskan, nantinya Pemkab Berau akan mengusulkan pembangunan jembatan tersebut dari titik Jalan Stasiun yang berlokasi di Kelurahan Teluk Bayur, dan menyeberang menuju Kampung Tasuk, yang memang sudah terhubung akses darat hingga ke Kelurahan Gunung Tabur. “Kita kan juga sudah punya perencanaan terkait itu (jembatan) di hulu Teluk Bayur,” jelasnya.
Apalagi fondasi Jembatan Gunung Tabur kerap kali tertabrak oleh kapal yang melintas. Hal itu menyebabkan penurunan kualitas. Cepat atau lambat, Jembatan Gunung Tabur juga akan dilakukan perbaikan, sehingga penyediaan alternatif jembatan lainnya diperlukan agar tidak terjadi dampak sosial seperti yang terjadi selama perbaikan Jembatan Sambaliung. “Jangan sampai nanti kita perbaiki tapi tidak ada alternatif,” ungkapnya.
Jembatan penghubung direncanakan itu, nantinya akan menggunakan lokasi dengan bentangan terpendek di antara Teluk Bayur dan Tasuk. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi dengan masyarakat terkait rencana tersebut. “Berdasarkan pengalaman, kita tidak ingin memulai pembangunan sebelum lahannya clean and clear,” tuturnya.
Tak hanya opsi pembangunan jembatan penghubung baru Teluk Bayur-Tasuk, Agus juga membeberkan bahwa ada kemungkinan pembangunan jembatan kembar Sambaliung. Hal ini, juga menjadi tambahan jalur penghubung Tanjung Redeb-Sambaliung dengan lima kecamatan di pesisir.
“Sambaliung sendiri, saya sudah komunikasi dengan temen-temen di provinsi agar dijajaki juga kemungkinan jembatan kembar,” terangnya.
Hal itu dinilai memungkinkan setelah Agus Wahyudi menerima laporan hasil survei yang dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim terkait wacana pembangunan jembatan kembar Sambaliung. Sebab, lahan di kedua titik untuk bentangan jembatan berstatus milik Pemkab Berau. “Hasilnya memungkinkan memang, posisinya di depan Dispusip (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau) ke seberang sisi Sambaliung,” ujarnya.
Meski kajian belum dilakukan, namun hal itu akan dimatangkan dengan seksama. Sebab setelah dilakukan pemantauan dan jika didapatkan hasil memungkinkan, maka Pemkab Berau juga akan memaksimalkan potensi yang ada. “Kajian belum, cuma kita sudah bicara nanti akan kita tingkatkan,” pungkasnya.
Sebelumnya, anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK, mendorong Pemkab Berau untuk proaktif dalam mendatangkan pembangunan jembatan penghubung baru Teluk Bayur-Gunung Tabur, sebagai langkah antisipasi jika Jembatan Gunung Tabur diperbaiki.
“Pemkab harus proaktif, harapan saya pemerintah pusat bisa lah. Yang penting, kita di daerah bisa klir menyediakan lahannya,” ujarnya kepada awak media, Minggu (18/6).
Makmur menilai, perbaikan Jembatan Sambaliung saat ini menjadi contoh persoalan yang sudah seharusnya diantisipasi. Apalagi, penghubung ke Gunung Tabur juga hanya terdapat satu jembatan. Sudah saatnya dipikirkan membangun jembatan alternatif. Sehingga ketika Jembatan Gunung Tabur diperbaiki, tidak menyebabkan dampak sosial bagi masyarakat.
“Jangan nanti sudah akan diperbaiki, justru seperti saat ini. Harapan saya, pemerintah pusat bisa menambah jembatan kita di Gunung Tabur,” terangnya. (*/sen/udi)
Editor : uki-Berau Post