TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, David Pamuji turut mengomentari dugaan bocornya data masyarakat oleh hacker.
Ia memastikan hal tersebut masih sebatas isu dan belum jelas kebenarannya. "Kemarin saya sudah melakukan zoom bersama Dirjen, itu akan dilakukan investasi terlebih dahulu," ujarnya.
David menambahkan, data kependudukan hanya ada di Pemerintah Pusat. Sebab, di daerah hanya meng-input dan tidak menyimpan data tersebut.
"Servernya terpusat di Jakarta, jadi untuk di sini kita sudah lakukan sesuai SOP, tidak ada akses ke daerah. Jadi sepenuhnya tanggung jawab permasalahan ini ada di pusat," ungkapnya.
"Jadi sejak 2021 kita di daerah sudah tidak bisa mengakses server itu, karena itu langsung pusat yang menangani," tambahnya.
Sesuai aturan yang ada saat ini, input data itu melalui aplikasi SIAK dan kemudian diinput secara manual lalu dikirim ke pusat.
"Jadi saat ini masih diinvestigasi Ditjen dan Kementerian Kominfo untuk mengaudit hal tersebut, faktanya seperti apa, apakah isu atau bagaimana kan kita belum tau," tutupnya. (adm/arp)
Editor : uki-Berau Post