TANJUNG REDEB - Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai mulai berjalan. Gedung baru yang dibangun akan difungsikan sebagai Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ruang Intensif Care Unit (ICU) serta Ruang Operasi dan Perawatan.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram mengatakan, salah satu hal yang mendasari pengembangan RSUD dr Abdul Rivai adalah catatan saat ditetapkan sebagai RSUD dengan predikat Paripurna Bintang 5.
“Kita tahu kesehatan adalah unsur utama yang berperan dalam kehidupan. Nantinya bangunan ini kita bangun IGD, ICU hingga Kamar Operasi,” jelasnya.
Pengembangan ini juga menjadi pelengkap, RSUD dr Abdul Rivai memenuhi catatan selama penilaian sebelumnya. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal dan memberikan pelayanan terbaik.
“Salah satu persyaratan kami harus melakukan standardisasi ICU dan kamar operasi agar pelayanan bisa lebih maksimal untuk masyarakat,” tuturnya.
Selain pengembangan, dilakukan juga peresmian unit layanan hemodialisa atau unit cuci darah. Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Berau yang memerlukan layanan cuci darah harus dirujuk ke Samarinda. Hal ini tentu, selain memakan waktu perjalanan juga memakan biaya yang tidak sedikit.
“Dengan adanya unit hemodialisis, masyarakat yang merantau hanya untuk cuci darah bisa kembali ke kampungnya dan berkumpul dengan keluarga tanpa terus berjalan jauh,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih menilai semakin tinggi pendidikan dan status ekonomi masyarakat, maka pandangan serta tuntutan masyarakat dengan pelayanan kesehatan semakin kompleks.
“Untuk itu, penyelenggaraan pelayanan kesehatan rumah sakit ini harus bisa meningkatkan kinerja petugasnya, dengan memberikan bantuan pelayanan yang cepat dan sebaik mungkin,” tuturnya.
Pemkab Berau juga menganggarkan Rp 15 miliar untuk membantu penyelesaian pengembangan RSUD dr Abdul Rivai di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2023 serta di APBD murni 2024 mendatang.
“Alhamdulillah dengan pengembangan ini sementara, buat kita terbantu sambil menunggu pembangunan Rumah Sakit baru ini berjalan,” jelasnya.
Dengan adanya layanan unit baru, Unit Hemodialis atau Cuci Darah bisa membantu masyarakat Berau yang perlu melakukan cuci darah sebanyak dua kali seminggu sehingga tak perlu bepergian jauh ke kota lain.
“Diresmikan pelayanan cuci darah yang sudah direncanakan beberapa bulan lalu, memang proses pengiriman alkesnya cukup lama sehingga baru hari ini bisa dilakukan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan pembukaan layanan baru ini dengan bantuan unitnya bisa membantu masyarakat sehingga untuk menikmati layanan cuci darah tidak perlu bepergian ke Samarinda atau Tarakan.
“Ini juga bantuan yang luar biasa, dan kabar baik bagi masyarakat yang setiap waktunya cuci darah tak perlu ke Samarinda cukup di Berau saja,” pungkasnya. (*sen/arp)
Editor : uki-Berau Post