TANJUNG REDEB - Sampai saat ini persoalan terkait hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) pada Februari lalu belum juga tuntas. 40 Cabang Olahraga (Cabor) yang tergabung dalam aliansi Cabor Perubahan memastikan tidak akan mengikuti keputusan yang dipimpin La Ode Ilyas sebagai Ketua KONI yang baru.
Dijelaskan perwakilan Aliansi Cabor Perubahan, Arman Nofrianyah, pihaknya tidak akan melakukan rekonsiliasi dalam bentuk apapun dengan KONI Berau, sebelum turunnya tim KONI dari provinsi atau karateker untuk mengambil alih pimpinan di KONI Berau.
“Saya yang dipercaya mewakili 40 cabor yang bergabung di ‘Cabor Perubahan’ sampai saat ini belum mengakui bahwa La Ode Ilyas sebagai Ketua KONI, meski sudah dilakukan Musorkab pada Februari lalu,” ujarnya kepada awak media, kemarin (20/7).
Arman yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Cabor Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Berau mengaku, pada Selasa (18/7) lalu telah melakukan diskusi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, dalam diskusi itu secara gamlang pihaknya mengatakan bahwa mereka tidak menerima hasil dari Musorkab.
“Karena sudah dikatakan bahwa tidak akan melakukan rekonsiliasi dalam bentuk apapun,” tegasnya.
Bahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan mosi tidak percaya terhadap pengurus KONI Berau kepada KONI Kaltim, dan ditembuskan ke Dispora Berau. “Ini tegas sikap kami dari awal. Kami menolak hasil Musorkab. Dan meminta KONI Kaltim ambil alih kepengurusan KONI Berau,” jelasnya.
Dirinya juga tidak ambil pusing dengan belum adanya rekonsiliasi antara pengurus KONI Berau, dan 40 cabor perubahan berdampak pada terkendalanya pencairan dana Rp 1 miliar untuk operasional KONI Berau. “Kami tidak ada urusan dengan itu. Fokus kami hanya dana pembinaan cabor dari Dispora. Kami tidak akan melakukan rekonsiliasi, kecuali karateker (KONI Kaltim, red) turun ambil alih KONI Berau,” pungkasnya.
Dikonfirmasi persoalan tersebut, Ketua KONI Berau La Ode Ilyas tak kunjung memberikan respons. Namun sebelumnya, La Ode meminta semua pengurus cabang olahraga (Cabor) naungan KONI untuk segera bersatu dalam memajukan olahraga di Kabupaten Berau.
Sebenarnya kata dia, aksi penolakan tak perlu terjadi berlarut-larut. Karena apapun alasannya, semua kandidat tentu memiliki tujuan yang sama, yakni bagaimana memajukan pembinaan dan prestasi olahraga di Bumi Batiwakkal.
Untuk itu, dirinya memastikan siap untuk merangkul semua pihak yang sempat berbeda pendapat dengan hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) beberapa waktu lalu.
Dalam hal ini, La Ode pun mengimbau agar semua pihak tak lagi menoleh ke belakang. Menurutnya, sebagai insan yang sadar arti dari sebuah demokrasi, hasil dari sebuah keputusan tak lagi menimbulkan perselisihan.
“Mari lupakan semua perbedaan, Ayo kita semua bergandeng tangan untuk kemajuan olahraga di Berau,” katanya. (aky/sam)
Editor : uki-Berau Post