TANJUNG REDEB - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Kaltim mencatat dalam kurun lima tahun terakhir, puluhan orangutan berhasil diselamat dari konflik dengan manusia.
Kepala BKSDA SKW I Kaltim, Ilyas mengatakan orangutan merupakan satwa liar yang dilindungi undang-undang, karena populasinya di alam kian sedikit dan tidak boleh dipelihara maupun diperdagangkan.
“Selama saya tugas di Berau kurang lebih empat bulan, sudah ada beberapa kali mengevakuasi orangutan,” ungkapnya.
Dalam kurun beberapa waktu terakhir jugs, pihaknya melepasliarkan kembali individu orang utan ke alam liar. Namun yang telah melewati beberapa tahapan sampai bisa kembali dilepasliarkan kembali.
“Untuk orangutan hasil sitaan dari masyarakat yang sudah terlanjur jinak dan tidak mungkin langsung bisa dilepasliarkan, kami ada beberapa tahapan pembelajaran, agar mereka bisa liar kembali dan bisa hidup mandiri di alam liar,” bebernya.
“Jadi ada mitra kami yaitu Centre for Orangutan Protection (COP) yang menangani perilaku orangutan agar bisa kembali dilepasliarkan, yang terbagi menjadi tiga yaitu, Klinik, Bora dan Pulau prarilis,” tambahnya.
Saat ini, kata Ilyas ada 20 individu orangutan yang ada di COP yang terbagi menjadi di tiga tempat, salah satunya ada dua ekor orangutan yang ada di Pulau Prarilis.
“Jika sudah masuk pulau prarilis, menandakan orangutan tersebut sudah siap untuk kembali ke alam liar,” ucapnya.
Berdasarkan catatan BKSDA SKW I Kaltim, mulai dari 2017 hingga 2023, ada puluhan orangutan yang mengalami konflik maupun translokasi dari suatu tempat ke tempat yang lebih aman.
“11 individu eks rehabilitasi yang telah dilepasliarkan. 11 individu translokasi dari daerah konflik ke areal berhutan dan15 individu masuk rehab hasil konfiskasi,” ungkapnya.
Selain itu, dengan masih adanya masyarakat hingga saat ini yang memelihara orangutan, ia meminta agar menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, karena hewan tersebut saat ini statusnya terancam punah.
“Selain bisa membahayakan manusia, juga status mereka saat ini terancam punah. Jadi mari kita lestarikan bersama agar orangutan tidak sampai punah di alam liarnya,” tutupnya. (adm/arp)
Editor : uki-Berau Post