TANJUNG REDEB - Pencarian korban hilang seorang anak laki-laki berinisial ES berusia 7 tahun akhirnya ditutup, (4/10). Pencarian yang sudah dimulai sejak Kamis (28/9) lalu itu kini dihentikan total.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPDB Berau, Nofian Hidayat, menerangkan, pencarian bocah tenggelam itu ditutup usai pada hari kelima ditemukan jenazah dengan kondisi tak lengkap, serta keterangan keluarga yang menyatakan menerima hasil pencarian.
Nofian menerangkan, pihaknya telah menyerahkan penemuan itu kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, serta ditindaklajuti oleh kepolisian. Dengan demikian, Tim Gabungan yang terdiri dari Basarnas Berau, BPBD, PMI, serta TNI/Polri dan masyarakat dinyatakan berhenti. “Tim diclosing (bubarkan, red),” singkatnya, kemarin.
Atas kejadian ini, dirinya mengimbau masyarkat untuk lebih proaktif dalam mengawasi anak-anak dalam bermain. Apalagi ketika bermain di wilayah dekat dengan aliran sungai. “Kita minta tingkatkan pengawasan agar anak-anak bermain di air dalam pengawasan,” ujarnya.
Terlebih dirinya mendorong masyarakat mulai sadar mengajarkan buah hati dengan keterampilan berenang. Namun, berlatih pada yang semestinya bukan tempat berlatih di sungai. Dirinya juga tak menganjurkan anak-anak untuk berenang di sungai.
“Karena di sungai layak sehatnya kurang, ancamannya banyak, belum lagi arus deras hingga jarak pandang yang tidak ada,” tegasnya.
Terpisah, Kapolsek Tanjung Redeb IPTU H Simalango, menerangkan, sesaat potongan tubuh tersebut ditemukan oleh tim pada 2 Oktober lalu, langsung dilarikan ke RSUD dr Abdul Rivai untuk jalani proses pemeriksaan medis.
Dari pemeriksaan itu, tim dokter telah memastikan bila 90 persen potongan tubuh tersebut merupakan tubuh manusia. Dipastikan pula bila tubuh tersebut merupakan tubuh bocah berusia di bawah 10 tahun. "Cukup lama pemeriksaan tim medis itu, baru kami diberikan laporan hasil pemeriksaan medis," kata Simalango.
Setelah pemeriksaan oleh medis dilakukan, langkah selanjutnya ialah pencocokan identitas mayat dengan keluarga korban. Namun saat itu orangtua korban disebut Simalango, telah menerima hasil pencarian oleh tim gabungan. Pun terkait dengan hasil pemeriksaan medis. "Orangtua korban sudah ikhlas. Kami turut berduka atas kejadian itu," ucapnya.
Setelah pemeriksaan medis dan mendapat persetujuan oleh keluarga, mayat dengan organ tak lengkap tersebut pun dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Sambaliung.
"Kami juga sudah berkunjung langsung ke rumah duka, untuk memberikan keteguhan kepada orang tua ES," pungkasnya. (*/sen/sam)
Editor : izak-Indra Zakaria