Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Takut Kapuhunan

uki-Berau Post • 2023-12-19 14:55:38
-
-

ADA yang bilang kapuhunan. Yang lain lagi katanya kataguran. Dua-duanya punya alasan yang kuat. Bisa saja, karena dua-duanya tidak mematuhi SOP.

Itu yang dibahas di warung pojok, kemarin. Hendra, ASN Perindag, yang masih dalam lingkaran keluarga kesultanan, menyebut-nyebut soal kapuhunan dan ketaguran. Mungkin yang lazim disebut di lingkaran Kesultanan Sambaliung itu ketaguran.

Memang ada SOP yang harus dipatuhi. Terutama bagi yang pertama kali mengunjungi kompleks keraton. Termasuk bila pertama kali ke Berau. Dan, ini memerlukan pendampingan. Ada guide yang memberikan informasi terkait hal-hal mistis di lingkungan keraton. Yang masih belaku dan diyakini.

Kabarnya, ada kunjungan pejabat yang mungkin tidak mengikuti SOP yang ada. Lalu, ada kejadian yang dialaminya. Badan tiba-tiba merasa tak nyaman. Padahal di awal kedatangan, nampak sehat-sehat saja. Akhirnya, diputuskan untuk kembali ke kerabat kesultanan untuk mendapat perawatan. Believe or not soal ketaguran.

Jelang senja kemarin itu, hanya selisih beberapa menit saja, Pak Oetomo Lianto dan Pak Hari Wibowo (Kajari) menelpon. Saya berada di luar rumah, telepon tidak terbawa. Tidak terdengarlah panggilan masuk itu. Kira-kira ada apa ya? Ini pasti ada hal menarik lagi yang perlu dibahas bersama.

Ayo minum kopi di SC kafe, pesan WA Pak Aliang. Wadduh, ini masuk ranah Kapuhunan bila tidak dipenuhi. Padahal sudah sore betul. Padahal saya belum mandi. Santai saja, pakai celana pendek tidak apa-apa, kata Pak Aling dalam pesan WA-nya.

Saya selalu menyebut, kawasan SC itu seperti perjalanan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara. Ukuran jaraknya sekarang itu dari rumah saya, lumayan jauh. Padahal kalau naik motor, tidak sampai 7 menit. Haha.

Saya ke SC saja. Idealnya memang, ketika diskusi perlu orang ketiga. Kalau hanya berdua tidak ada second opinion-nya. Tidak ada yang bisa menyimpulkan. Salah satu tugas saya, itu tadi. Menyimpulkan sementara pembicaraan.

Rupanya di SC mereka bertiga. Harusnya bilangannya sudah cukup. Tak perlu lagi orang ke empat. Ada Pak Aliang, ada Pak Hari Wibowo dan ada sahabat sekampus saya Bu Mei lengkapnya Meiliana. Bu Mei itu, yang jadi komandan percepatan pembangunan kawasan wisata di Pulau Maratua.

Dalam perjalanan kariernya selaku ASN, banyak posisi strategis. Pernah jadi Kepala biro humas dan beliau termasuk pelopor hadirnya LAN di Kaltim. Maka ramailah kami berempat. Macam-macam yang dibahas.

Satu jam sebelumnya, Pak Aliang itu mengirimi saya video sedang memancing ikan di kebunnya di Kampung Bangun. Dia strike ikan bawal piranha putih. Tampilannya seperti piranha. Bagian bawah perutnya berwarna cerah.

Rupanya, hasil pancingannya itu dibawa ke SC kafe dan meminta bantuan chefnya untuk di masak tim. Ikan bawal putihnya di tim. Ikan Patinnya digoreng tepung, dua-duanya hasil pancingan.

Menunggu masakan selesai. Pak Hari Wibowo dan Bu Mei terlihat seru membahas tema yang sangat menarik. Terkait dengan percepatan pembangunan pariwisata di Berau. Terutama sektor pendukungnya yakni transportasi udara.

Saya sudah bekerja, tinggal menunggu Pemkab mengeksekusinya, kata Hari Wibowo. Bu Mei tak bisa lagi berkomentar. Hanya jempolnya yang diarahkan ke Pak Hari Wibowo. Maksudnya mungkin, Anda hebat.

Bu Mei ke Berau tidak datang seorang diri. Ia bersama Niko Barito Dubes Seychelles yang sudah berkali-kali ke Berau, membahas soal pariwisata di Maratua dan terakhir soal blue economy. Dua-duanya memberikan manfaat besar bagi kabupaten Berau.

Di sesi akhir, saya menyoroti Pak Hari Wibowo yang penampilannya sedikit gempal. Apa karena baru selesai pangkas rambut di tempat anak Pak Zul di Gang Rimba. Atau karena beliau porsi makannya lebih banyak ketimbang porsi olahraganya.

Ini karena menghindari kapuhunan, daeng, kata kata Hari Wibowo. Maksudnya, tak bisa menolak bila ada yang mengajak makan apalagi minum kopi. Karena katanya, bila menolak akan ada dampak mistisnya. Makanya, badan saya jadi terasa berat karena takut kapuhunan, kata Pak Hari sambil tersenyum. (*/sam)

@cds_daengsikra

Editor : uki-Berau Post
#Catatan