BONTANG – Pengukuhan 162 pejabat di lingkungan Pemkot Bontang kemarin (4/1) memiliki maksud tersendiri. Itu dilakukan agar ASN tidak terlambat menerima gaji Januari ini.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut bahwa daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) sudah diserahkan ke masing-masing OPD di Pemkot Bontang. “Saya rasa, bapak/ibu (pejabat yang dikukuhkan) tahu apa yang harus dilaksanakan (ketika diberi DIPA),” kata Neni di Auditorium Taman 3 Dimensi Bontang, Jumat.
Kata dia, belajar dari tahun lalu, APBD Bontang tak dibelanjakan secara maksimal. Hingga menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) sekira Rp 225 miliar. Ini berkaitan dengan kinerja para pegawai yang tidak maksimal.
Penyerahan DIPA pada awal tahun juga dimaksudkan agar serapan lebih maksimal. “Kalau ada yang harus ditender, lakukan segera. Jangan seperti tahun lalu pertengahan tahun baru ditender,” ungkapnya.
Neni juga menyebut, pengukuhan tersebut cepat dilaksanakan agar gaji bulan Januari bisa terbayarkan. “Jadi kalau tidak dilaksanakan (pengukuhan) maka bapak/ibu tidak bisa gajian, tolong perbaiki kinerjanya. Insyaallah cepat (gajian) karena nontunai dan dinaikkan Rp 500 ribu tunjangannya,” tutupnya. (mga/dwi/k16)
Editor : octa-Octa