NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menilai, penambahan asrama di SMK 1 Nunukan perlu dilakukan. Supaya siswa, utamanya anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) dapat tertampung di sekolah tersebut.
Sebelumnya, Mendikbud didampingi beberapa pejabat Kemendikbud berkunjung ke Community Learning Centre (CLC) di Tawau, Sabah, Malaysia. Keterbatasan CLC di Tawau dalam memberikan pendidikan, menjadikan Nunukan sebagai daerah tujuan terdekat untuk anak-anak TKI bersekolah, terutama di tingkat SMA.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltara Sanusi yang mewakili Gubernur Irianto Lambrie mengatakan, 2018 jumlah anak TKI yang dapat ditampung di SMK 1 Nunukan tidak banyak. Sebab, sistem zonasi dan keterbatasan daya tampung asrama.
“Mudah-mudahan pada 2019 atau melalui APBD perubahan atau paling tidak di 2020, Kalimantan Utara diberikan alokasi untuk menambah bangunan asrama untuk anak-anak sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikannya,” kata Sanusi.
Sanusi juga akan menyampaikan pesan Mendikbud kepada Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, agar pemerintah provinsi dapat membangun masjid di lingkungan SMK 1 Nunukan. Selepas dari SMK 1 Nunukan, Mendikbud melanjutkan kunjungannya ke SMA Muhammadiyah Nunukan. Kedatangannya untuk bersilaturahmi dengan sejumlah warga Muhammadiyah.
Mendikbud mengatakan, Kaltara termasuk daerah yang menjadi perhatian presiden, karena merupakan wilayah perbatasan dan beberapa bagian menjadi status peripheral atau pinggiran. “Kita sepakat bahwa wilayah perbatasan harus menunjukkan kehadiran pemerintah. Negara harus hadir di wilayah pinggiran,” ujarnya. Selain di Nunukan, Mendikbud juga melakukan serangkaian kunjungan di Tarakan. (humas/kri/k8)
Editor : wahyu-Wahyu KP