BALIKPAPAN – Suasana sunyi saat subuh di Jalan Soekarno-Hatta Km 4 tiba-tiba pecah, Minggu (27/1), sekitar pukul 04.30 Wita. Sebuah mobil jenis MPV sudah menabrak sebuah warung. Di bawahnya, ada motor dengan dua pengendara yang telah terkapar.
Bruakk!! Suara tabrakan memecah keheningan. “Saya dengar suara tabrakan dari dalam rumah. Makanya saya keluar memastikan,” kata Syaifudin, pemilik warung Imut, persis di seberang lokasi kejadian.
Dia mengaku tak melihat langsung terjadinya tabrakan. Namun berdasarkan penuturan sejumlah saksi mata, kejadian bermula saat mobil KT 1983 AV yang dikemudikan Yohanis Arwin melaju dari arah Samarinda menuju Rapak. Sesampainya di depan SPBU Km 4, mobil mendadak oleng. Mobil sempat menghantam tiang pembatas jalan lalu menyeruduk sebuah motor Kawasaki Ninja dari arah berlawanan yang dikendarai Ari Nugroho (21) bersama teman perempuannya bernama Istiqomah (17). Keduanya terpental dan motornya dilindas serta terseret sejauh 3 meter. Mobil baru berhenti setelah menabrak warung makan Bunda.
"Mobil ini oleng duluan sebelum menabrak. Terus dia keluar jalur. Mungkin saking lajunya ini mobil, sudah tabrak tiang pembatas masih terus menabrak lagi motor sampai terseret,” kata Syaifudin saat ditemui di warungnya kemarin.
Kedua korban mengalami luka yang cukup parah. Sigit disebut mengalami patah kaki, sementara Istiqomah mengalami luka cukup serius pada kepala bagian belakang. Darah keluar dari kepalanya hingga membuat Istiqomah pingsan di tempat. Bersama warga, keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit.
Setelah menabrak, Yohanis memilih terjun ke jurang setinggi 4 meter tak jauh dari lokasi. Dia menghindari amukan massa yang berdatangan memadati lokasi kejadian. Yohanis tampak bersembunyi di balik semak-semak dan menelepon seseorang. Hingga akhirnya dia berhasil diamankan oleh warga.
"Saya yang bantu angkat itu pengemudinya dari bawah (jurang). Nah, pas saya angkat dia untuk naik itu memang tercium bau alkohol dari mulutnya," ungkap Syaifudin.
Sementara itu, pemilik warung Bunda, Adnan, mengaku terkejut warungnya juga ikut menjadi korban. Saat itu dirinya yang berada di rumah tak jauh dari lokasi kejadian mendapat kabar dari adiknya yang tidur di dekat warung. Pukul 06.00 Wita Adnan menengok warungnya. Benar saja, sejumlah perabotan seperti etalase jualan dan pintu depannya rusak dihantam mobil.
"Saya lagi di rumah. Pas saya ke sini paginya lihat itu etalase saya pecah. Ini di depan juga rusak. Soalnya mobilnya masuk sampai ke dalam," kata Adnan sembari membantu memperbaiki warungnya bersama para pekerja bangunan.
Adnan mengaku telah didatangi oleh pemilik mobil dan diselesaikan secara kekeluargaan. Pemilik mobil mau bertanggung jawab untuk mengganti warung yang rusak dengan membayar biaya upah kerja serta material yang dipakai.
"Kasihan juga orang kena musibah jadi saya enggak apa-apa kalau soal biaya. Yang penting orangnya sudah ada iktikad baik, minta maaf dan mau mengganti rugi untuk perbaikan. Saya belum hitung berapa biayanya, tapi berapapun yang dia kasih saya terima aja," pungkas Adnan. (rsh2/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP