Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Penting sebagai Kontrol Sosial, Harus Membantu Tingkatkan Literasi

octa-Octa • 2019-02-05 11:15:20

Pembangunan Kota Samarinda tak lepas dari sorotan media. Sehingga media diharapkan mampu terus bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat demi kemajuan bersama.

=================

Peran media massa jadi bahan diskusi dalam talk show garapan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Samarindadi GOR Segiri Samarinda, Jalan Kusuma Bangsa, kemarin.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pekan Raya Samarinda (PRS) yang berlangsung hingga 10 Februari. Menghadirkan pembicara berkompeten di bidangnya, seperti Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Efendi, dan Direktur Kaltim Post Group (KPG)Rusdiansyah Aras.

Sugeng Chairuddin memaparkan, peran media sejauh ini positif dalam mengawal pembangunan daerah. Menurut dia, pergeseran konstruksi media yang kini beralih menjadi industri menuntut media untuk lebih kreatif.

"Media itu sebagai kontrol sosial, penting buat kita semua," tegas Sugeng.

Sementara itu, Endro S Efendi mengatakan, media harus berkompeten dalam meningkatkan literasi di tengah masyarakat. Begitu yang tertuang dalam Undang-undang Pers No 40 Tahun 1999.

"Kompetensi media itu dilihat dari kualitas wartawannya. Wartawannya yang kompeten dapat dibuktikan dengan pernah mengikuti ujian kompetensi wartawan (UKW)," ucap Endro.

Dia mengakui, masih ada wartawan yang tidak kompeten, sehingga merusak citra dunia jurnalistik. Sebab itu, PWI selalu bekerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas para wartawan.

Pada kesempatan itu juga, Rusdiansyah Aras mendukung kedua pernyataan sebelumnya. Dia menambahkan, perkembangan media terus terjadi. Mulai media konvensional hingga media online. Namun,dia menegaskan, keduanya tak boleh bersaing secara negatif.

"Tujuannya kan menciptakan pers yang sehat, para jurnalisnya juga harus sejahtera sehingga tidak ada lagi isu-isu negatif yang kerap menerpa para pewarta," imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Rusdi itu juga tak menampik, hingga sekarang masih ada wartawan "nakal" dan menjadi perhatian tersendiri bagi para perusahaan media.

Ke depan, seluruh pihak berharap, media dapat bersinergi dengan seluruh elemen agar berimplikasi pada kemajuan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat setempat. (ma/dwi/k8)

Editor : octa-Octa