Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Oknum Guru Diduga Cabuli Siswi

octa-Octa • Rabu, 27 Februari 2019 - 16:45 WIB

PENAJAM–Kabar kurang sedap menghampiri dunia pendidikan di Penajam Paser Utara (PPU). Oknum guru di SDIT Nurul Hikmah berinisial Di (28), diduga melakukan perbuatan asusila terhadap para siswinya. Tindakan tak terpuji itu bahkan diduga juga dilakukan terhadap bocah perempuan di sekitar lingkungan sekolah.

Informasi yang dihimpun harian ini, oknum guru tersebut dikenal ramah terhadap anak-anak. Ketika melancarkan aksinya, pelaku diduga meraba dada dan kemaluan korban. Dengan iming-iming memberikan makanan ringan.

“Anak-anak suka dengan guru itu. Sebab, suka dikasih jajanan. Tapi, enggak tahu kalau ada embel-embel-nya,” kata seorang warga yang namanya enggan dikorankan.

Dia menambahkan, ada dua bocah perempuan yang diduga mendapat perlakuan tak senonoh itu. Para korban mengaku setelah mendengar bahwa guru tersebut diciduk pihak kepolisian, Minggu (24/2) malam. “Biar aja ditangkap. Guru itu jorok. Masak kita pernah dipegang-pegang,” ujarnya menirukan gaya korban.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Nurul Hikmah Asniar Basra membenarkan hal tersebut. Dia mengaku kaget, lantaran kejadian itu baru kali pertama terjadi sejak sekolah tersebut berdiri pada 2007. Apalagi dia tidak melihat perilaku menyimpang selama Di mengajar. Pelaku mengajar kelas 1 hingga kelas 3, sejak November 2018. Dengan status guru tidak tetap. “Sudah kami serahkan ke ranah hukum. Dan tidak ada sanksi, selain pemecatan,” ucapnya

Perempuan berkerudung itu menambahkan, pihak yayasan menerima laporan dari orangtua siswa pada Minggu (24/2) sore. Perihal dugaan tindak asusila yang dilakukan pelaku yang beralamat di Kecamatan Long Ikis, Paser, itu. Lalu malam harinya, ada tiga petugas kepolisian datang mencari Di ke sekolah. Sebab, pelaku memang tinggal di asrama milik sekolah.

“Tapi yang bersangkutan enggak ada. Jadi dilacak lewat handphone dan foto dari seorang guru. Baru ditangkap di Taman Rozaline,” tutur dia.

Para wali dan orangtua siswa yang mendengar informasi juga sempat datang ke sekolah pada Selasa (26/2). Mereka yang khawatir ingin memastikan kebenaran hal tersebut. Juga, memberikan masukan kepada yayasan perihal tindakan oknum guru yang mencoreng nama sekolah ini. Apalagi, menurut data sementara, ada sekira 10 siswi yang menjadi korban.

“Resminya kami belum bisa menunjukkan angkanya. Sebab, di bawah 10 orang yang melapor ke kepolisian,” terang dia.

Asniar menerangkan, pihaknya masih mencari informasi mengenai siswi yang menjadi korban. Melalui wali kelas dan orangtua siswa. Sehingga pemulihan bisa segera dilakukan. Sebab, diduga siswi kelas 2 banyak yang menjadi korban. Lantaran sering berinteraksi dengan pelaku. “Mudah-mudahan, besok (hari ini) ada tim psikolog yang diturunkan,” ucapnya.

Karena kejadian ini, rekrutmen guru yang akan mengajar di Yayasan Nurul Hikmah bakal dievaluasi. Tes kejiwaan bakal menjadi syarat. Untuk mendeteksi kondisi kejiwaan maupun penyimpangan seksual. “Kami juga akan memasang CCTV di daerah rawan. Dan memisahkan WC untuk kelas tinggi (SD kelas 4–6),” papar dia.

Kapolres PPU AKBP Sabil Umar mengatakan, oknum guru tersebut telah ditahan di Mapolres PPU untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya juga telah memanggil orangtua siswi yang diduga menjadi korban asusila tersebut. “Jadi masih dalam penyelidikan. Dan besok (hari ini), kami rilis kasusnya,” janjinya. (*/kip/dwi/k8)

Editor : octa-Octa