Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Hari Ini, 55 Ribu Siswa USBN Pakai Smartphone

izak-Indra Zakaria • 2019-03-04 09:43:59

SURABAYA – Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) jenjang SMA berlangsung mulai hari ini. Di Jawa Timur (Jatim), USBN dilaksanakan dengan dua opsi, yakni berbasis komputer dan smartphone (BKS). USBN dengan smartphone merupakan terobosan teranyar yang kali pertama dilaksanakan di Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Saiful Rachman menyatakan bahwa persiapan USBN BKS sudah tuntas. Para siswa diimbau untuk tenang dalam menghadapi ujian. Proktor dan teknisi pun sudah disiapkan. Pihaknya juga menyiagakan unit reaksi cepat (URC) yang akan sigap untuk mengantisipasi berbagai problem teknis yang mungkin bisa terjadi.

Saiful juga menyampaikan pentingnya kesiapan sekolah. Terutama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas. Baik kualitas penyelenggaraan ujian maupun kualitas capaian yang dihasilkan. Apalagi, kualitas sekolah menjadi barometer di dunia pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dispendik Jatim Ety Prawesti mengimbau para siswa untuk tenang. Langkah itu akan memudahkan siswa untuk mengerjakan ujian dengan baik. ”Tidak perlu panik. Pikiran tenang, sehat, bisa mengerjakan dengan baik, hasilnya juga akan bagus,” tuturnya.

Pelaksanaan USBN BKS untuk jenjang SMA sederajat diikuti 278.173 peserta. Ety menyebutkan, ada sekitar 20 persen atau 55 ribu siswa yang menempuh USBN dengan menggunakan smartphone. Selebihnya menggunakan komputer.

Meski USBN BKS baru kali pertama diterapkan, para siswa tidak perlu panik dalam menjalani ujian menggunakan smartphone. Sebab, USBN berbasis smartphone sudah dipersiapkan dengan baik. Para siswa cukup datang ke sekolah dengan membawa smartphone dan charger. ”Smartphone tidak perlu dikarantina. Siswa tinggal bawa smartphone-nya seperti biasa,” jelasnya.

Saat siswa melakukan login, sistem otomatis akan mengunci. Para siswa tidak bisa membuka aplikasi yang lain. Dengan demikian, ujian aman dari kecurangan. ”Sudah tertata, sudah tersistem. Begitu login, langsung masuk sistem,” katanya.

Ety mengimbau siswa tidak lupa membawa charger. Siswa juga tak boleh tergoda oleh apa pun. Termasuk coba-coba membuka aplikasi lain. ”Memang sudah terkunci, tapi namanya anak barangkali ada yang coba-coba. Itu sebaiknya dihindari,” imbuhnya.

Sebab, jelas Ety, jika tergoda dan sistem logout, siswa akan mengulang dari awal. Soal juga akan berubah. ”Waktunya akan berkurang,” ucapnya. Sebagai antisipasi berbagai problem teknis, proktor di sekolah akan dioptimalkan. Tim help desk atau URC juga stand by. Monitoring terus dilakukan.

Kepala SMAN 1 Surabaya Khairil Anwar menyatakan optimistis siswanya bisa mengerjakan USBN dengan baik. Beberapa uji coba latihan soal sudah digelar sekolah untuk memantapkan persiapan para siswa. ”Setiap guru memberikan materi tambahan sesuai bidang kemampuannya,” ujar dia.

Terkait media yang digunakan untuk mengerjakan soal, Khairil mengatakan, 265 siswanya menggunakan laptop. Opsi penggunaan smartphone untuk mengerjakan soal dipilih sebagai cadangan.

Kalau ada masalah saat mengerjakan lewat laptop, smartphone bisa digunakan. ”Kami memilih laptop karena lebih stabil. Saat uji coba, semua siswa juga menggunakan laptop,” ucapnya.

Persiapan USBN di SMAN 15 Surabaya juga sudah dilakukan jauh-jauh hari. Pemantapan materi telah dilakukan secara bertahap. Latihan soal juga telah diberikan kepada setiap siswa. (puj/elo/c9/git)

Editor : izak-Indra Zakaria
#pendidikan