JAKARTA- Komisioner KPU Viryan Aziz menjelaskan, pihaknya memang telah menerima data investigasi BPN terkait dengan DPT bermasalah tersebut. Data 17,5 juta yang disampaikan BPN bukan data invalid. Melainkan data kependudukan yang dikompresi menjadi DPT. BPN pun tidak menyalahkan DPT. Mereka hanya meminta KPU untuk mengonfirmasi data yang aneh di dalam DPT. ’’Makanya, mereka konfirmasi ke kami mengenai data tersebut,’’ kata Viryan.
Nah, Viryan mengaku konfirmasi terkait sudah dilakukan. Tepatnya pada Jumat (8/3), dia menanyakan data-data warga yang masuk ke DPT kepada Ditjen Dukcapil. Kasus tersebut terjadi karena masih banyak warga yang sulit mengingat tanggal lahir saat dilakukan administrasi kependudukan. Karena itu, kebanyakan warga mengisi data di tanggal yang sama. Tiga tanggal itulah yang kebetulan paling banyak dipilih warga. ’’Ini bukan hanya sekali. Pada 2014 lalu juga pernah kejadian seperti ini. Jadi, bukan data yang tidak wajar, melainkan data yang begitu adanya dari administrasi kependudukan,’’ beber Viryan.
Dia lebih mempertimbangkan temuan BPN terkait dengan potensi DPT ganda. Ketika melakukan pencocokan secara bersama-sama, muncul 775 ribu orang yang namanya tidak hanya muncul sekali di DPT. Namun, Viryan menambahkan, pencocokan data itu tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebab, ada upaya konfirmasi oleh KPU di beberapa daerah tempat potensi ditemukan. ’’Tapi, kami senang juga karena data disampaikan by name by address. Jadi, kalau memang benar ganda bisa langsung kami coret dari DPT,’’ ungkap Viryan.
Hal yang sama diberlakukan atas temuan BPN soal adanya pemilih di atas 90 tahun, di bawah 17 tahun, dan bahkan sudah meninggal. Viryan hanya menyesalkan mengapa temuan itu baru diserahkan kepada KPU Maret ini. Padahal, jika bisa diserahkan Desember, permasalahan akan berhenti di situ. Nama-nama tersebut bahkan tidak akan muncul di database DPT yang dimiliki KPU. ’’Seharusnya bisa diserahkan Desember lalu supaya bisa langsung pengecekan. Tapi, tetap saja akan kami kerjakan,’’ tambahnya. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria