BALIKPAPAN–Dari 10 hektare luas zona IV di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar Balikpapan, baru sebagian kecil yang terpakai untuk menampung sampah. Mayoritas sampah tertampung di sana bermaterial plastik. Volume sampah per hari pun mencapai 350 ton.
Kendati baru diresmikan, pengoperasian zona IV dirasakan penting. Itu untuk membantu zona I–III yang tak mampu lagi menampung sampah. “Zona I–III sudah penuh. Kami juga sudah berizin ke pusat agar bisa menggunakan zona IV ini,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto.
Dia menyebut, dalam setahun, pemerintah mesti mengeluarkan Rp 160 miliar untuk membangun penampungan sampah. Dari itu, dia berharap, keberadaan zona IV bisa dapat bertahan lebih lama. Bila pengurangan sampah terus menyusut, zona IV ini dikatakan dapat bertahan lebih dari 12 tahun.
“Pengurangan sampah tentu juga memengaruhi keberadaan zona dan TPA, apalagi bila kita bisa menekan hingga 80 persen saja dari total sampah, zona IV ini bisa berumur panjang. Pemerintah tentu bisa berhemat dan dana perawatan yang dikeluarkan lebih sedikit,” tuturnya.
Terlebih dengan keberadaan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik, diharapkan pengurangan limbah di Kota Beriman tak sekadar wacana. Perda tersebut awalnya Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 8 Tahun 2018. Dia melanjutkan, dalam sebulan kini sampah plastik berkurang mencapai 56 ton.
“Setidaknya dalam sehari sebanyak 2 ton sampah plastik di Balikpapan berkurang. Target 2025 pengurangan sampah plastik bisa 30 persen. Sekarang masih 19 persen. Mungkin bisa melampaui target nantinya,” sebutnya.
Tidak hanya soal pengurangan sampah, ditambahkan Suryanto, ke depan pemkot juga akan lebih memaksimalkan perda tersebut. Bukan hanya pasar modern, dia melakukan pelarangan penjualan dan penggunaan plastik di pasar tradisional. “Tantangan memang lebih besar ke pasar tradisional. Tapi di kawasan Pasar Baru, pedagang mulai meninggalkan sedotan plastik. Sekarang kan juga mulai marak ada penjualan sedotan stainless maupun bambu, yang bisa dipakai ulang,” tutupnya. (lil/ndy/k8)
Editor : octa-Octa