Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

14 Investor Tertarik Kembangkan Maratua

izak-Indra Zakaria • Senin, 27 Mei 2019 - 20:30 WIB

BALIKPAPAN – Destinasi wisata di Bumi Etam mulai dilirik investor. Akan ada 14 perusahaan yang siap mengembangkan Maratua sebagai destinasi wisata andalan di Kalimantan Timur bahkan Indonesia bersama Seychelles.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Zairin Zain menyatakan, akan ada dana hibah Rp 50 miliar dari Pemerintah Seychelles untuk mengembangkan Maratua. Namun sampai hari ini belum masuk karena masih dalam penyusunan masterplan pembangunan oleh konsorsium.

Adapun saat ini, Bappeda Kaltim juga melakukan peninjauan ulang tata ruang sebagai bahan penyusunan masterplan pembangunan Maratua. “Kita juga sudah siapkan tata ruang dari Maratua. Kita batasi di mana saja yang akan kita kembangkan. Jangan sampai merusak terumbu karang yang ada,” tuturnya, Minggu (26/5).

Selain untuk menjaga kawasan terumbu karang, peninjauan tata ruang ini kata Zairin untuk mencegah kerugian masyarakat. Pasalnya, sudah banyak home stay milik penduduk lokal yang perlu dipastikan tidak terkena dampak pembangunan dari perusahaan yang akan masuk di Maratua. Sebaliknya, justru geliat usaha masyarakat setempat ikut bertumbuh. “Tidak terdampak ya. Di Seychelles juga yang berkembang itu home stay dari masyarakat,” jelas Zairin.

Dia menyatakan, nantinya 14 perusahaan tersebut akan membangun hotel, resort, dan beberapa fasilitas bagi wisatawan di Kepulauan Maratua. Zairin menyebut salah satu perusahaan yang ikut konsorsium adalah perusahaan yang berafiliasi dengan perusahaan rokok lokal yakni Djarum Group. Namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut, Zairin enggan memberi komentar.

Selain itu juga perluasan runway untuk memberi ruang lebih bagi pendaratan pesawat pribadi wisatawan. Pembenahan infrastruktur dan fasilitas home stay masyarakat lokal menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. “Rp 50 miliar baru awal persiapan. Tapi keseluruhan pembangunan bisa Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun. Penggunaan Rp 50 miliar itu nanti konsorsium yang gunakan,” terang Zairin.

Zairin menyebut, dengan kerja sama dan pembangunan ini, Pemprov Kaltim akan menerima pendapatan. Misalnya dari retribusi usaha yang berada di lokasi tersebut. Selain itu Pemprov Kaltim akan menerima pendapatan dari sejumlah pajak yang dibebankan kepada pelaku usaha di Maratua.

Plt. Sekretaris Daerah Meiliana mengatakan, dalam upaya menjadikan Maratua sebagai area wisata blue ecotourism, telah ada rencana kesepakatan 14 perusahaan swasta lokal asal Indonesia untuk membentuk konsorsium bersama Pemerintah Seychelles. “Itu (kesepakatan) belum ditandatangani. Nanti statusnya swasta. Di dalamnya ada 13 konsorsium perusahaan lokal,” kata Meiliana.

Perusahaan hasil konsorsium yang direncanakan bernama PT Pembangunan Pulau Nusantara sebagai modal awal akan mengumpulkan Rp 100 juta untuk setiap perusahaan. Selain itu, pengembangan Kepulauan Maratua akan didukung dengan dana hibah dari Pemerintah Seychelles sekitar Rp 50 miliar. Adapun dana hibah itu digunakan untuk peningkatan sanitasi, pelabuhan, dan infrastruktur penunjang. (aji/ndu/k18)

Editor : izak-Indra Zakaria
#wisata kaltim