Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jual, Sumbangkan, Kalahkan Peretas

izak-Indra Zakaria • Kamis, 13 Juni 2019 - 18:53 WIB

Radiohead punya kejutan spesial untuk para fans kemarin (12/6) pagi WIB. Grup band asal Inggris itu tiba-tiba merilis rekaman musik. Jika diakumulasi, durasinya 18 jam.

===========================

TENTU saja bukan tanpa alasan Radiohead merilis rekaman sepanjang itu. Hal tersebut merupakan langkah paling cerdas sekaligus elegan untuk menghadapi peretas cyber.

Semua berawal ketika para peretas berhasil mencuri data dalam minidisc milik lead singer Thom Yorke pekan lalu. Materi dalam minidisc itu dibuat ketika album OK Computer dirilis, yakni sekitar 1995–1998. Peretas tersebut meminta uang tebusan sebesar USD 150 ribu (Rp 2,1 miliar). Jika tidak dipenuhi, mereka mengancam akan merilis materi yang sebetulnya bukan untuk konsumsi publik tersebut.

Rumor tentang adanya file rekaman sebesar 1,8 GB di Reddit yang sebelumnya beredar itu benar adanya. Orang yang diduga peretas itu menjual tiap rekaman asli seharga USD 50 (Rp 712 ribu) untuk live-recording dan USD 800 (Rp untuk rekaman studio full-band. Jika ingin membeli semua, harganya USD 150 ribu (Rp 11,4 juta).

’’Jadi daripada kami banyak komplain atau mengabaikannya, kami merilis seluruh 18 jam di Bandcamp untuk membantu Extinction Rebellion,’’ tulis Radiohead, sebagaimana dirilis di laman Facebook resmi mereka dan Twitter Johnny Greenwood, lead guitarist dan keyboardist Radiohead.

Extinction Rebellion merupakan kelompok aktivis asal Inggris yang melakukan gerakan sosial-politik. Gerakan yang mereka usung merupakan bentuk protes terhadap kerusakan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, risiko kepunahan manusia, dan keruntuhan ekologis.

Kelompok ini disebut memiliki peran penting dalam mendesak Parlemen Inggris untuk mendeklarasikan darurat iklim nasional pertama di dunia. Juga, berjuang agar makhluk hidup tidak berakhir hidup di dunia yang penuh dengan pohon plastik palsu.

Extinction Rebellion kini bahkan berekspansi ke negara lain. Sebagaimana dilansir dari rilisan pers di website-nya, mereka ada di 59 negara. Mulai AS, India, hingga Tiongkok. Terdiri dari 348 kelompok di 248 kota besar dan kecil. Gerakan yang mereka lakukan tidak berbentuk kekerasan. 

’’Iklim dan keadaan darurat ekologis menuntut keberanian, pengungkapan kebenaran, dan kemurahan hati yang belum pernah ada sebelumnya. Kami sangat berterima kasih kepada Radiohead karena menunjukkan kepada kami bagaimana itu dilakukan, baik sekarang dan menjelang pemberontakan April nanti,’’ tulis Extinction Rebellion dalam rilisan pers tersebut.

Dalam radiohead.bandcamp.com, rekaman yang dirilis itu terbagi menjadi 18 track. Masing-masing berdurasi sekitar 17–72 menit. Fans Radiohead bisa membelinya dengan harga minimal GBP 18 (Rp 327 ribu). Tentu saja Anda boleh membayar lebih karena hasil penjualan akan didonasikan.

Pembelian termasuk streaming unlimited via aplikasi Bandcamp dan download MP3, FLAC, dll dengan kualitas tertinggi. Namun, Anda harus cepat karena penjualan hanya dibuka selama 18 hari. ’’Ini tidak terlalu menarik. Ada banyak isinya,’’ tulis Radiohead di lama Bandcamp.

Di antara “harta karun” itu terdapat versi 12 menit dari lagu Paranoid Android. Juga, rekaman demo Karma Police oleh Thom Yorke, versi embrionik Exit Music, rekaman langsung, dan cuplikan obrolan di studio. Selain itu, terdapat beberapa take rekaman lagu Lift yang menjadi favorit para fans.

Lagu itu direkam selama pembuatan OK Computer, namun tidak dimasukkan ke album karena dinilai terlalu antemik. ’’Kalau lagu itu ada dalam album, itu akan membawa kita di tempat yang berbeda,’’ kata Greenwood kepada BBC Music pada 2017.

Setelah hanya dibawakan secara live, lagu itu akhirnya dimasukkan ke reissue OK Computer yang berjudul OKNOTOK 1997 2017, lengkap dengan videoklipnya.

MAHAKARYA BAND INGGRIS

Minidisc yang diretas berisi materi milik Thom Yorke yang dibuat sekitar tahun ketika album Radiohead, OK Computer, dirilis. Banyak fans menyebut album rilisan 1997 itu sebagai mahakarya Radiohead.

OK Computer merupakan album ketiga Radiohead, namun menjadi album pertama mereka yang diproduseri sendiri.

Ketika menjalani tour The Bends, Radiohead mendengarkan versi audio novel Douglas Adams yang berjudul A Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Dalam audio itu, terdapat cuplikan cerita ketika sebuah komputer pesawat ruang angkasa mengatakan bahwa ia tidak dapat menangkal rudal yang datang.

’’OK komputer,’’ kata presiden galaksi Zaphod Beeblebrox (karakter dalam novel itu, Red). Dari situlah judul album itu diambil.

Album itu direkam di rumah bangsawan abad ke-16 yang disebut St Catherine’s Court di Bath, Inggris. Selain OK Computer, album Wild Mood Swings milik The Cure dan Waiting for the Siren’s Call milik New Order juga direkam di sana.

Pada 2017, Yorke mengaku lirik lagu Paranoid Android ditulis sekitar 30 hingga 40 versi berbeda. Perbedaan antarversi pun sangat tipis.

Capitol Records menempelkan salinan promo Paranoid Android di dalam seribu pemutar musik yang dibagikan ke pers, radio, dan retailer di Amerika. Hal itu dilakukan demi melawan pembajakan.

Album tersebut menaikkan popularitas Radiohead di seluruh dunia. Kurang dari setahun setelah dirilis, OK Computer terjual lebih dari setengah juta kopi di Inggris dan 2 juta di seluruh dunia. Kemudian mendapat lima platinum dari BPI (Inggris) dan dua platinum dari RIAA (AS). (BBC/CNN/Gizmodo/and/jpg/dwi/k8)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#feature