Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Program S-2 Hukum Unmul, Raih Akreditasi B, Kembangkan E-Learning

izak-Indra Zakaria • 2019-07-08 23:15:49

SAMARINDA – Peningkatan pelayanan suatu lembaga pendidikan, bisa dilakukan dalam berbagai cara, salah satunya taraf akreditasi. Tingkatan akreditasi juga mempresentasikan kualitas layanan pendidikan diberikan kepada pelajar. Namun tidaklah mudah menggapai hal itu, banyak yang perlu dibenahi untuk mencapai akreditasi tertentu.

Salah satunya Program Studi Strata 2 Hukum Universitas Mulawarman, baru-baru ini menyabet akreditasi B. Dengan Keputusan BAN-PT No.2123/SK/BAN-PT/Akred/MVII/2019, pada tanggal 2 Juli 2019 berlaku selama 5 tahun mendatang.

Dekan Fakultas Hukum Unmul Mahendra Putra Kurnia mengatakan, agenda tersebut merupakan re-akreditasi, pada saat berdiri pada 2013 lalu otomatis diberikan status C. Karena setiap program studi diberikan status transisi. “Kemudian kami mengajukan rehabilitasi yang sudah dimasukkan dan kerjakan sejak 2017, kemudian pada 2018 ada assessment lapangan dari BAN PT Nasional sekitar tanggal 23-25 Juni. Alhamdulilah tanggal 2 Juli kemarin sudah keluar keputusannya,” ucap Mahendra.

Sudah mencapai akreditasi B, dirinya tidak berbesar hati. Menurutnya akreditasi B bukan lah kategori unggul yang baik, masih ada yang lebih tinggi. Namun dengan permulaan tersebut tentu membuka peluang yang lebih dalam hal penerimaan mahasiswa. 

“Posisi B ini adalah syarat minimal program studi magister untuk dapat menerima mahasiswa dari berbagai macam instansi, karena hampir seluruh instansi baik itu pusat ataupun daerah mensyaratkan program studi untuk pengembangan SDM. Alhamdulillah itu sudah terpenuhi. Sehingga target kami ke depan lebih banyak lagi mahasiswa dari instansi-instansi pemerintah, baik itu pusat dan daerah. Tanpa mengurangi siswa mahasiswa yang juga berasal dari kalangan profesi seperti advokat, swasta dan korporasi,” ungkapnya.

Untuk mencapai itu semua dirinya menyebutkan setidaknya ada 7 standar yang harus dimiliki program studi yang ingin naik ke B. Yakni, Kepemimpinan, Kurikulum, SDM (pengajar), Sarana Prasarana, Keuangan, Pengabdian kepada masyarkat dan lain-lain. “Sejak tahun 2015 lalu kami berusaha untuk memenuhi berbagai macam standar standar tersebut,” sebutnya.

Sebelumnya Prodi S2 Hukum Unmul rintisan dengan Universitas Brawijaya, hingga akhirnya berdiri secara mandiri pada tahun 2013. Hingga saat ini sudah 120 orang lulus dari prodi itu, semuanya aktif dalam mengisi kegiatan bidang hukum di Kaltim bahkan Nasional.

Sementara itu Ketua Prodi S2 Hukum Unmul Dr Haris Retno mengucapkan syukur dan berterima kasih, terutama kepada civitas akademika Unmul karena capaian tersebut bukan kerja sendiri tetapi kerja semua. “Karena kalau akreditasi itu kan semua elemen harus teruji. Jadi ketika mendapatkan akreditasi B itu artinya banyak elemen sudah terpenuhi dengan kriteria baik,” tuturnya.

Retno sendiri ingin mengembalikan sumbangan tersebut kepada mahasiswa, karena akreditasi B itu diperlukan terutama oleh mahasiswa. Ketika menyosialisasikan merekrut mahasiswa selalu kendalanya soal akreditasi. Tapi begitu sudah B alhamdulillah respons masyarakat maupun calon mahasiswa cukup tinggi.

“Ke depan tentu ini akan menjadi modal kalau peminatnya lebih banyak, tentu kami akan bisa menyeleksi lebih baik. Ketika peminatnya dengan akreditasi yang kemarin tentu tingkat peminatan berbeda dengan yang sekarang. Jadi semakin banyak peminat tentu kualitasnya akan semakin meningkat,” jelasnya.

Lanjutnya, dari tahap awal calon mahasiswanya pun sudah merasa terseleksi. Kemudian untuk dosennya sendiri ini menjadi salah satu tantangan, ketika akreditasi menjadi B layanannya juga harus meningkat, kualitas dosennya juga harus meningkat, pembelajaran juga meningkat.

“Kami sampaikan lagi tahap pengembangan, membuat sistem pembelajaran yang sudah bisa menyesuaikan dengan perkembangan, seperti model kuliah online. Meskipun tatap muka tetap, dosen tetap punya kewajiban tatap muka tetapi kita kembangkan dengan metode menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada. Selain itu di beberapa universitas lainnya sudah lumrah metode pembelajaran seperti kuliah online,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Alumni S2 Hukum Unmul H Sony Rizaldi menuturkan, merasa sangat bangga menjadi salah satu alumni tepatnya angkatan 2016 salah satu universitas negeri di Benua Etam.

“Banyak temen dari pemerintahan yang ingin berkuliah sangat terbantu dengan akreditasi B ini. Bagi calon mahasiswa magister hukum tidak perlu jauh keluar Jawa ada universitas negeri ini dan akreditasi B ini dapat diakui dengan hukum instansi terkait di kantor masing masing calon mahasiswa.

Menurutnya, S-2 Hukum Unmul memang sudah layak mendapatkan akreditas B, karena sudah banyak melahirkan magister hukum yang berkecimpung di bidangnya baik di Kaltim maupun di luar kota.

“Para alumni tidak hanya di Samarinda, ada keluar di kota besar dan juga sebagian sudah melanjutkan studi S-3. Termasuk saya juga sekarang lagi proses untuk studi di Surabaya. Jadi kebanggan kita tentang ilmu yang diberikan oleh Unmul tidak kalah bersaing dengan universitas universitas negeri yang lainnya yang ada di luar Pulau Kalimantan, berkualitas sistem pengajaran maupun sistim penilaian, terbukti dengan akreditasi yang sudah didapatkan,” imbuhnya.

Dia berharap agar akreditasi tersebut dapat dipertahankan, bahkan jika memungkinkan ditingkatkan ke akreditasi yang lebih baik. “Pertahankan gelar akreditasi yang sudah ada, kalau bisa lebih baik lagi kedepannya menjadi A. Jadi tidak sekedar karena sudah B jadi puas,” harap Sony. (*/sya)

Editor : izak-Indra Zakaria