SAMARINDA - Turunnya badan flyover dari arah Jalan AW Sjahranie telah dilakukan perbaikan. Namun, hal tersebut masih menjadi pertanyaan. Sebab, pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Penataan Ruang (DPUPR) hanya melakukan penambalan.
Sebagai antisipasi dan menanggapi keluhan masyarakat terkait penurunan badan jalan layang itu, Sekretaris Dinas PUPR Samarinda Budi Tristiyono mengatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan di tanjakan jembatan layang sepanjang 620 meter.
Dia menambahkan, perbaikan tersebut berupa penambalan dengan pengaspalan. "Tadi malam, Senin (21/10) kami perbaiki, silakan dicek," ucapnya..
Sementara itu, saat ditanya mengenai anggaran yang digunakan perbaikan, dirinya tidak mengetahui pasti. Namun, dia memastikan, perbaikan tersebut tak memakan banyak anggaran.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga PUPR Samarinda Denny Alfian mengakui, retakan oprit flyover tak membutuhkan banyak perbaikan. Dia menganggap bahwa kejadian penurunan jalan merupakan peristiwa yang lumrah dan akibat faktor eksternal.
Dia menerangkan, kejadian tersebut tidak mengganggu struktur badan jalan. Deni juga mengatakan, kejadian tersebut tidak jauh berbeda pada 2018 dengan penanganan dari pihaknya tak jauh berbeda.
“Sama kayak tahun lalu karena kondisi tanah di bawah oprit itu memang tidak stabil," jelasnya.
Dia menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait penurunan badan jalan tersebut. Kejadian tersebut merupakan hal biasa pada 2018 lalu. Penurunan badan jalan sedalam 7 sentimeter dan pada 2019 turun 3sentimeter. (*/eza/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria