Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan tengah menyiapkan aplikasi layanan, sehingga warga bisa mudah mendonorkan darah, dan masyarakat yang membutuhkan darah bisa menghemat waktu dan tepat sasaran.
BALIKPAPAN- Selain melalui media sosial, pengembangan aplikasi turut dilakukan PMI Balikpapan. Itu untuk mempermudah masyarakat ataupun keluarga pasien yang tengah membutuhkan darah. Apalagi darah merupakan kebutuhan yang sangat penting. Terlebih dalam keadaan genting bila terjadi kecelakaan maupun penderita gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
Kepala UPTD PMI Balikpapan Dyah Muryani mengungkapkan, pihaknya tengah serius melakukan penjajakan dengan berbagai pihak terkait pembuatan aplikasi PMI Balikpapan. Mengadopsi tampilan website, pada platform ini terdapat berbagai fitur seperti jumlah ketersediaan atau stok darah, jadwal donor darah keliling, berserta rute kelilingnya. Baik di perusahaan maupun area publik akan ditampilkan, pada aplikasi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya juga bisa melihat persyaratan dan mengisi surat pendaftaran donor.
“Dengan aplikasi ini, keluarga pasien yang memerlukan darah bisa mengetahui stok darah yang dibutuhkan apakah ada atau tidak. Begitu juga pendonor bisa mengisi formulir biar lebih singkat,” ujar Dyah.
Setelah sesuai persyaratan yang ada bagi para pendonor bisa langsung mengisi formulir pada link di aplikasi itu. Tidak hanya mendapatkan informasi lebih awal, waktu prosedur administrasi pendonor juga lebih singkat.
Karena biasanya membutuhkan waktu hingga 1 jam. Tapi ketika calon pendonor mendaftar melalui aplikasi hanya membutuhkan waktu 30 menit. Ketika datang, para pendonor tinggal melakukan pengecekan tekanan darah, guna memastikan apakah boleh mendonorkan darahnya atau tidak.
Dyah menjelaskan, pada aplikasi tertera syarat-syarat bagi pendonor, seperti tidak meminum minuman keras, tengah menstruasi ataupun mengonsumsi obat selama tiga hari jelang waktu donor.
“Pendonor tidak boleh mengonsumsi obat tiga hingga seminggu ketika akan mendonorkan darahnya. Walaupun itu obat flu ataupun vitamin tidak diperkenankan, karena kami menjamin darah yang kami dapatkan adalah darah yang segar dan berkualitas tidak tercemar dengan obat apapun,” bebernya.
Wacana pembuatan aplikasi terus digulirkan. Dyah mengungkapkan, anggaran yang digunakan berasal dari dana hibah dari Pemkot yang akan dikeluarkan pada Desember nanti.
Dalam pembuatan aplikasi ini sendiri anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp 100 juta. Itu sudah termasuk biaya perawatan dan kesiapan teknisnya.
Direncanakan aplikasi akan mulai dikerjakan pada 2020, bila tidak ada halangan, di tahun yang sama aplikasi dapat diakses. “Saat ini kami tengah dalam bahasa penjajakan dengan berbagai instansi lainnya terkait persiapan layanan aplikasi ini,” ucap Dyah.
Aplikasi kelak bisa diakses hingga 24 jam. Selain berbagai fitur tersebut, data dari pendonor aktif ataupun rutin juga akan ditampilkan. Sehingga bagi keluarga pasien yang stok darahnya habis bisa menelpon pendonor agar bersedia membantu. Ia mengungkapkan pula, para pendonor rutin mendapatkan penghargaan. Bahkan bagi para pendonor yang sudah menyumbangkan darah hingga 100 kali bisa berkesempatan bertemu langsung dengan Presiden.
“Kami mendorong masyarakat agar bisa menerapkan pola hidup sehat, termasuk mau mendonorkan darahnya bagi sesama. Donor darah juga sesuatu yang bermanfaat bagi tubuh si pendonor sendiri. Apalagi bagi pendonor dengan golongan darah AB ataupun negatif, itu sangat dibutuhkan, karena jumlahnya sangat minim,” tutupnya. (lil/ms/k15)
Ayo Donor Darah. Ini Kegunaannya
1. Menurunkan berat badan
Rutin donor darah setiap dua bulan sekali akan mempengaruhi berat badan Anda.
Para pendonor rutin akan merasakan berat badannya menurun dan menjadi lebih ideal.
2. Menurunkan resiko kanker
Penumpukan zat besi pada tubuh juga dapat meningkatkan bahaya radikal bebas.
Radikal bebas dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker. Zat besi merupakan satuan mineral yang ada pada darah. Dengan mendonorkan darah Anda dapat mengontrol zat besi pada tubuh dan mengurangi resiko penyakit kanker.
3. Menjaga kesehatan jantung
Dikutip dari laman resmi pmi.or.id, donor darah secara rutin Anda dapat mengontrol jumlah zat besi pada tubuh. Jumlah zat besi yang berlebih pada tubuh dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.
4. Meningkatkan produksi sel darah merah
Setiap mendonorkan darah, sel darah merah pada tubuh akan berkurang.
Namun tak perlu panik, sumsum tulang belakang Anda akan meproduksi sel darah merah yang baru dengan lebih cepat. Sehingga para pendonor rutin akan memiliki pasokan darah baru pada tubuh setiap habis mendonorkan darah.
Karena itulah donor darah menjadi cara yang baik untuk melakukan pemutaran darah baru pada tubuh.
5. Mendeteksi penyakit serius
Dengan donor darah, terdapat prosedur standar untuk melakukan pemeriksaan segala penyakit, melalui sempel darah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pendonor darah tertular penyakit yang dimiliki pendonor.
Beberapa penyakit yang akan dicek adalah HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, dan Malaria.
Editor : izak-Indra Zakaria