Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Komisi III Kecewa Hasil Perbaikan Trotoar

izak-Indra Zakaria • 2020-01-30 14:57:47
Photo
Photo

Diproyeksikan mempercantik kota, proyek pembangunan trotoar di Jalan A Yani terkesan dikerjakan semrawut. Hasilnya, kegiatan ini dinilai justru merusak estetika kota.

 

BALIKPAPAN – Proyek perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman mendapat sorotan dari DPRD Balikpapan. Khususnya Komisi III, yang menilai hasil perbaikan trotoar justru mengecewakan. Hal ini berdasarkan hasil sidak, Rabu (29/1). Wakil rakyat ini melihat langsung bagaimana pengerjaan proyek di kawasan Jalan A Yani tersebut terkesan amburadul.

Ketua Komisi III Alwi Al Qadri mengatakan, ada beberapa catatan yang bisa menjadi masukan dalam pengerjaan proyek trotoar di masa mendatang. Pertama soal kualitas keramik yang digunakan terlihat mudah pecah. Kedua soal pengerjaan yang dianggap agak semrawut dan tidak rapi. Dia menyayangkan, hasil proyek ini masih di bawah standar.

“Pengerjaan sangat mengecewakan. Harusnya bisa lebih bagus dari yang sebelumnya. Ini yang dibangun sekarang tidak begitu menarik. Hasil pengerjaan kotor tidak rapi,” ungkapnya. Saat mengunjungi hasil perbaikan trotoar, dia kecewa menemukan pemandangan keramik yang sudah hancur dan berhamburan.

Kemungkinan karena bahan material menggunakan bahan keramik yang biasa mudah pecah. Akibat arus kendaraan yang melewati trotoar dan ruko-ruko di sepanjang jalan itu sebentar saja membuat keramik hancur. “Saya rasa lebih efektif batu sikat atau material yang lebih kuat dan tebal. Saya tidak lihat spesifikasi pengerjaannya ini,” ucapnya.

Dia pun menyoroti adanya perbaikan trotoar yang hampir dilakukan setiap tahun. Padahal idealnya pembangunan trotoar bisa bertahan dua sampai tiga tahun. Namun yang terlihat justru perbaikan trotoar bisa setiap tahun. “Kalau misalnya ini hanya bertahan 6 bulan, berarti gagal. Apalagi anggaran juga pasti lumayan besar,” bebernya.

Belum lagi trotoar yang baru diperbaiki ini kondisinya lebih tinggi dan malah menyulitkan kendaraan. Alwi menyarankan kepada kontraktor terutama yang mengerjakan jalan utama atau poros agar bisa lebih baik. Tidak lupa untuk memerhatikan faktor keindahan.

Sebab ini bukan hanya sekadar memperbaiki trotoar. Mengingat Balikpapan merupakan predikat kota bersih dan indah. “Kalau tujuannya untuk estetika kota. Mohon juga dirapikan pengerjaannya. Kalau melihat ini pengerjaannya jelas di bawah standar,” jelasnya.

Hingga beberapa waktu ke depan, pihaknya akan terus melalukan pengawasan terhadap proyek perbaikan trotoar. Ini berkaitan dengan berapa lama kondisi trotoar ini bisa bertahan. “Kita bentuknya pengawasan inginnya semua berjalan sesuai target dan memastikan berapa lama garansinya. Kalau ada kerusakan jadi tanggung jawab kontraktor,” sebutnya.

Dalam sidak itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Djunaidi menyebutkan, apabila terjadi kerusakan dari hasil perbaikan ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Ibaratnya ada masa garansi selama enam bulan. Jika ada komplain maka bisa dilakukan selama masuk dalam masa tersebut. (gel/ms/k18)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan