Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Begini Cara Mal di Balikpapan Memberikan Rasa Aman untuk Meningkatkan Pengunjung saat Pandemi

izak-Indra Zakaria • 2020-06-22 10:26:00
SESUAI PROTOKOL: Teknologi infrared dipasang di pintu masuk Plaza Balikpapan kemarin. Setiap pengunjung yang masuk wajib melewati alat tersebut untuk mengukur suhu tubuh. FUAD MUHAMMAD / KP
SESUAI PROTOKOL: Teknologi infrared dipasang di pintu masuk Plaza Balikpapan kemarin. Setiap pengunjung yang masuk wajib melewati alat tersebut untuk mengukur suhu tubuh. FUAD MUHAMMAD / KP

New normal tampaknya menjadi acuan penting dibukanya setiap fasilitas umum. Tak terkecuali mal di Kota Minyak. Dengan protokol kesehatan masing-masing, mereka mengimbau pengunjung agar ikut berpartisipasi.

 

OKTAVIA MEGARIA, Balikpapan

 

AKHIR pekan menjadi waktu yang dinanti. Biasanya masyarakat menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman sebaya. Seperti yang tampak di Plaza Balikpapan dan Pentacity Balikpapan Superblock (BSB), Sabtu (20/6) sore.

Beberapa warga kota mulai mengisi kembali area mal. Tentu saja, dengan tetap mematuhi aturan yang diberikan. Terutama dalam hal mengenakan masker. Atau menjaga jarak dengan pengunjung lain.

Namun, mal masih terlihat sepi oleh pengunjung. Yang mungkin saja karena penambahan kasus Covid-19 belum juga berhenti. Tentu sangat jauh berbeda, mengingat sekitar empat bulan lalu saat virus corona belum datang. Namun, jika dibandingkan pada masa awal wabah virus menyebar, tepatnya pertengahan Maret, tingkat pengunjung saat ini dapat dikatakan lebih baik.

Menariknya, tiap mal mengerahkan upaya maksimal untuk tetap menjaga keamanan pengunjung. Hal ini juga bisa dikatakan sebagai bentuk kepedulian pada kondisi saat ini.

Seperti yang terlihat di Plaza Balikpapan. Saat melewati pintu masuk, pengunjung disambut dengan sebuah layar. Bukan sekadar pajangan, layar tersebut digunakan untuk mengukur suhu tubuh pengunjung yang baru datang.

Dengan teknologi infrared, alat yang disebut touchless body thermoscan itu mengukur suhu tubuh pengunjung dengan kamera. Hasilnya ditampilkan pada layar yang terpampang. Pengunjung hanya berdiri pada area kotak merah di lantai.

Terkait alat itu, Public Relation Plaza Balikpapan Berka Sasongko mengatakan, keakuratan alat pengukur itu terjamin. Yang diperoleh dari PT Agung Podoromo Land, holding Plaza Balikpapan. Diperkirakan harga pasaran untuk satu set alat itu sekitar Rp 40 juta.

Untuk sistem kerjanya, jika suhu pengunjung melebihi 37,4 derajat alarm akan berbunyi. Pengunjung bersangkutan akan diminta untuk menepi dahulu. Beberapa menit setelahnya baru melakukan cek suhu kembali.

“Jadi, kami ada semacam ruang khusus buat pengunjung yang suhunya tinggi. Kalau sudah, kami cek lagi. Sebab, biasanya kan suhu tubuh itu meningkat saat terkena matahari,” bebernya.

Sementara, jika suhu tubuh pengunjung tinggi akibat demam atau flu, diimbau agar pengunjung tidak masuk mal. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan pengunjung lain.

Terkait fasilitas, ucap dia, pihaknya masih akan menambah beberapa lagi. Namun, akibat kendala pengiriman, beberapa alat belum tiba. Dia menjamin Plaza Balikpapan aman untuk didatangi, sehingga tidak perlu cemas.

Pengunjung yang datang pun tampaknya peduli kebersihan. Seperti Airin, meski cemas saat di keramaian, dia selalu ingat untuk mengenakan masker. Meski di mal sudah ada protokol kesehatan, dia selalu memastikan keamanan sendiri. “Saya selalu pakai masker dan cuci tangan. Minimal ada hand sanitizer. Terus usahakan tidak banyak menyentuh fasilitas di mal,” kata dia.

Di tempat berbeda, Mal Pentacity juga mematuhi kebijakan pemerintah daerah. Bahkan petugas sudah berdiri di depan pintu masuk. Jadi sebelum melewati pintu, pengunjung akan diukur dulu suhu tubuhnya dengan thermo gun. Juga akan disemprotkan hand sanitizer di tangan pengunjung, barulah pengunjung bisa masuk ke mal.

“Standar protokol kesehatan rasanya sudah kami terapkan. Selain itu, ada tim Gugus Tugas Covid-19 BSB (Balikpapan SuperBlock) yang patroli sekitar area mal,” jelas Corporate Communication BSB Adelina.

Ia menjelaskan, kenaikan pengunjung belum signifikan. Namun, sudah mencapai sekitar 25 persen dibanding saat awal pandemi. Dia mengakui, itu mungkin karena masyarakat masih belum terbiasa dengan sistem new normal.

Dirinya sedikit mengenang saat virus corona belum merebak. Pengunjung mal, apalagi saat akhir pekan, kerap memadati area mal sejak pagi hingga petang.

Namun, dia tetap berharap masyarakat tetap di rumah jika tidak ada kepentingan. Apabila harus datang ke mal, wajib mengenakan masker, tak memandang usia pengunjung tersebut.

Hal serupa dikatakan Ida, pengunjung Mal Pentacity yang tengah berbelanja makanan bersama putrinya. Sejak awal pembatasan, dia dan keluarga selalu mempersiapkan diri. Segala keperluan untuk melindungi diri dari bakteri dan virus selalu digunakan. Begitu pula dalam hal menjaga imunitas tubuh. “Kalau untuk keamanan yang diberikan, mal sudah cukup bagus. Namun, dalam hal screening mungkin perlu lebih teliti lagi,” ucap perempuan berhijab itu. (rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan