Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Genjot SDM untuk Tekan Angka Pengangguran, BLK Kembali Latih 32 Peserta

izak-Indra Zakaria • 2020-07-18 12:50:38
Peserta mengelas di BLK.
Peserta mengelas di BLK.

BALIKPAPAN – Untuk menggenjot SDM agar siap memasuki dunia kerja, Balai Latihan Kerja (BLK) Balikpapan terus menggelar pelatihan. Yang terbaru misalnya, BLK kembali menggelar pelatihan untuk dua paket kejuruan. Yakni pengoperasian mesin bubut dan frais, serta pengelolaan administrasi perkantoran (PAP).

Tiap jurusan akan melatih 16 peserta. Rencananya peserta menjalani masa pelatihan sekitar satu bulan lebih. Untuk jurusan pengoperasian mesin memakan 43 hari masa pelatihan sedangkan PAP 33 hari.

“Nantinya, saat lulus peserta menerima sertifikat dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” ujar Kasi Penyelenggaraan Pelatihan Suryaningsih.

Dia menyebut, kegiatan pelatihan sempat terhenti pada awal pandemi Covid-19, tepatnya 23 Maret. Lalu baru dibuka kembali pada 16 Juni.

Meski begitu, sebut dia, tidak ada pembatasan peserta. Akan tetapi, penerapan protokol kesehatan dipastikan terlaksana. Seperti saat seleksi, peserta diminta untuk menjaga jarak.

Menurut dia, jika dilakukan pembatasan, akan melanggar hak asasi. Karena itu, prosedur kesehatan mestinya ditingkatkan.

Dirinya juga berharap paket pelatihan dapat ditambahkan. Sebab, dengan begitu, angka pengangguran yang memang meningkat, bisa sedikit berkurang.

Sementara di kelas teknik las, para peserta tengah bergelut dengan mesin dan peralatan lain. Tamrin, instruktur las BLK Balikpapan menjelaskan tahapan untuk masuk ke jurusan.

“Tentu dari rekrutmen dulu. Proses pendaftaran dan lainnya itu di kantor depan, setelah itu baru diserahkan ke kami,” ujarnya.

Tamrin menjadi pengawas segala proses pada kelas welder (tukang las) ini. Sementara untuk pelaksanaannya memakan waktu sekitar 30–43 hari. Lalu, akan dilakukan sertifikasi BNSP oleh pengawas asal Bontang dan Kutim.

Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 BLK Samarinda Zakki Anggara menambahkan, untuk sertifikasi, pihak BLK Balikpapan akan mengajukan ke BLK pembina yakni di Samarinda.

Setelah usulan masuk, LSP P2 akan menugaskan dua asesor di Balikpapan. Setelah selesai, dilaksanakan uji kompetensi dalam bentuk teori dan praktik. Dari hasil yang diperoleh, jika peserta memenuhi standar, akan dianggap kompeten, atau sebaliknya. (*/okt/ms/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan