Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Singapura Longgarkan Kunjungan dari Taiwan

izak-Indra Zakaria • 2020-12-12 11:33:50
ilustrasi
ilustrasi

SINGAPURA– Singapura sekali lagi berupaya membuka diri. Mulai 18 Desember nanti, pemerintah Singapura mencabut pembatasan wilayah perbatasannya khusus untuk Taiwan. Penduduk Taiwan tidak perlu menjalani karantina. Cukup dengan mengikuti tes polymerase chain reaction (PCR). Jika hasilnya negatif, mereka bisa beraktivitas normal di Singapura.

”Taiwan memiliki sistem pengawasan kesehatan masyarakat yang komprehensif dan telah menunjukkan keberhasilan dalam mengendalikan persebaran Covid-19,’’ bunyi pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) kemarin (11/12) sebagaimana dikutip The Straits Times.

Hanya ada 725 kasus Covid-19 di Taiwan. Sebanyak 596 orang di antaranya sudah sembuh. Jumlah korban meninggal hanya tujuh orang. Taiwan termasuk yang paling cepat tanggap. Ketika Covid-19 baru berada di Tiongkok, mereka langsung menutup perbatasan.

Biasanya, siapa pun yang masuk ke Singapura akan diberi stay-home notice (SHN). Yakni, surat yang memerintahkan karantina mandiri.

Kebijakan baru Singapura tidak hanya berlaku untuk penduduk Taiwan, tetapi juga untuk warga Singapura, permanent resident, pemegang izin kunjungan jangka panjang, dan yang baru kembali dari Taiwan. Sebelum terbang, mereka wajib berada di Taiwan selama 14 hari berturut-turut alias tidak bepergian ke negara atau wilayah lainnya.

Pemerintah Singapura tetap bersiap untuk kemungkinan terburuk. Sebelum terbang, mereka yang datang dari Taiwan itu wajib mendaftar di aplikasi TraceTogether. Aplikasi tersebut harus tetap aktif ketika mereka berada di Singapura. Dengan begitu, jika ada penularan Covid-19, mereka bisa terlacak. Bila mereka tertular virus SARS-CoV-2, biaya pengobatan ditanggung sendiri.

Kebijakan Singapura ini hanya sepihak. Taiwan tidak memberlakukan aturan yang sama. Penduduk Singapura yang datang ke Taiwan tetap dikarantina. Namun, sejak beberapa pekan, masa karantina khusus pebisnis Singapura dikurangi menjadi lima hari saja. Itulah aturan terlonggar yang diterapkan Taiwan bagi pengunjung dari luar.

”Mereka menganggap Singapura sebagai negara dengan risiko sangat rendah,” terang Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung. (sha/c14/bay)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara