SAMARINDA–Dalam agenda musrenbang, (23/3), Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso menitipkan pesan kepada seluruh OPD untuk betul-betul fokus dalam pendataan. Hal itu penting sebagai upaya sinkronisasi program kerja yang efektif dan tepat sasaran. Data yang akurat bisa dioptimalisasi memberikan informasi bermanfaat bagi masyarakat.
Rusmadi menyampaikan ada tiga hal penting yang ditekankan dalam rangkaian program penyusunan dokumen musrenbang, yakni 205 program dan 625 kegiatan yang diajukan dengan kebutuhan anggaran lebih Rp 5 triliun diusulkan. Sedangkan kondisi keuangan riil untuk program hanya sekitar Rp 700 miliar, sehingga dirinya meminta Bappeda agar mengerucutkan program yang betul-betul menyelesaikan persoalan kota.
"Kedua, soal tata ruang wilayah juga agar diselesaikan. Apalagi penyusunan program bukan hanya untuk jangka pendek dan menengah saja, tetapi ada pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.
Dia menegaskan agar OPD memberi perhatian terhadap data terpadu yang nantinya dipadukan dengan data spasial, sehingga tidak ada program yang salah tempat dan salah arah. Bahwa pembangunan bukan saja tanggung jawab pemerintah, tapi semua termasuk swasta dan masyarakat. "Salah satunya program Pro-Bebaya menjadi bukti pemerintah hadir bersama uang, bukan hanya wacana," tegasnya
Penegasan ketiga terhadap program smart city yang rencananya akan ditingkatkan. Terlebih di pemerintahan sebelumnya sudah ada, misalnya melalui Command Center 112 dan closed circuit television (CCTV). Meski belum menyeluruh, jika dioptimalkan bisa membagikan informasi bermanfaat kepada warga. Misalnya soal banjir bisa diinformasikan ke masyarakat. "Agar pelayanan informasi terkait bencana dan lainnya bisa dimanfaatkan. Harapannya hasil pendataan yang akurat dan tepat, dapat menjadi bahan untuk analisis dalam rangka mencari solusi permasalahan," tegasnya.
Rusmadi memerintahkan kepada OPD untuk memilih akun sosial media seperti Facebook atau Instagram yang aktif menginformasikan kepada masyarakat tentang program yang akan dilakukan. Agar aktif menginformasikan proses dan hambatan yang ditemui. Tujuannya agar masyarakat bisa turut membantu, misalnya ketika pemkot tengah melakukan penghapusan tempat penampungan sementara (TPS) di tepi jalan, ada pihak masyarakat yang menghibahkan lahannya untuk TPS terpadu. "Nah melalui media sosial kami harap sepekan semua sudah buat. Begitu juga kepala dinas agar aktif merespons," tutupnya. (dns/dra/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria