Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Junta Militer Picu Penembakan Massal, Dalam Sehari, 114 Warga Myanmar Tewas

izak-Indra Zakaria • 2021-03-30 10:04:45
Polisi menghalau demonstran di Yangoon.
Polisi menghalau demonstran di Yangoon.

YANGON - Bayi perempuan berusia setahun di Thamin, Yangon, Myanmar, tak berhenti menangis. Mata kanannya tertutup kasa. Beberapa jam sebelumnya, peluru karet milik junta militer mengenai indra penglihatan bayi mungil itu. Dia menjadi salah satu korban luka dalam insiden berdarah Sabtu (27/3).

Hari itu merupakan peringatan Hari Pasukan Bersenjata Mynmar. Tapi, rakyat akan mengenalnya sebagai hari perlawanan. Parade militer digelar di Naypydaw, tapi bentrok tak terhindarkan di berbagai wilayah. Militer seakan menjadikan penduduk dan demonstran sebagai ajang latihan menembak. Bentrok terjadi di lebih dari 40 lokasi. Channel News Asia (CNA) mengungkap bahwa ada 114 orang yang meninggal dunia dalam sehari. ’’Hari ini akan selalu dikenang sebagai hari teror dan aib,’’ cuit delegasi UE di Myanmar.

Itu merupakan korban tewas tertinggi dalam sehari sejak kudeta berlangsung. Tujuh di antaranya adalah anak-anak. Yang termuda masih berusia 5 tahun. Dalam berbagai video amatir tampak militer menembak siapa saja tanpa pandang bulu. Bahkan, orang bersepeda yang melintas menjadi korban.

Sai Waiyan sedang bermain di depan rumahnya di Yangon pada Sabtu sore. Itu menjadi permainan terakhir remaja 13 tahun tersebut. Sebab, setelah itu, timah panas menembus tubuhnya dan merenggut nyawanya. Keluarga hanya bisa pasrah menangisi jenazahnya.

’’Tindakan militer dan polisi yang memalukan, pengecut, dan brutal harus dihentikan segera. Dalam video, mereka tampak menembaki pengunjuk rasa yang melarikan diri dan bahkan tak menyelamatkan anak-anak kecil,’’ kata Utusan Khusus PBB Alice Wairimu Nderitu dan Michelle Bachelet.

Situasi di Myanmar makin darurat. Kendati telah menewaskan banyak warga, Kepala Militer Myanmar Min Aung Hlaing mengklaim bahwa dirinya akan menjaga demokrasi. Pemilu juga segera digelar, tanpa menyebutkan waktunya. Dia memperingatkan penduduk agar tidak melakukan aksi. Perwakilan Rusia, Tiongkok, India, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, Laos, dan Thailand hadir di parade. Malamnya mereka menggelar pesta jamuan dan makan malam.

Minggu (28/3) menjadi hari pemakaman massal bagi penduduk. Alih-alih diam, junta militer dilaporkan menembaki orang-orang yang hadir dalam prosesi pemakaman. Meski situasi memburuk, massa tetap turun ke jalan dalam jumlah besar. Beberapa orang dilaporkan meninggal dunia meski jumlahnya tidak sebanyak Sabtu. Remaja lelaki 16 tahun dilaporkan kehilangan tangan akibat granat.

Tindakan brutal militer Myanmar itu langsung menuai kecaman dari menteri pertahanan 12 negara. Di antaranya, dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Australia. Mereka membuat pernyataan mengutuk perbuatan junta militer Myanmar. ’’Militer profesional mengikuti standar perilaku internasional dan bertanggung jawab untuk melindungi, bukannya menyakiti rakyat yang dilayaninya,’’ bunyi pernyataan bersama itu seperti dikutip Agence France-Presse.

Di sisi lain, pada Sabtu, Tiongkok dan Iran menjalin kerja sama di bidang ekonomi dan keamanan. Kerja sama tersebut berlangsung selama 25 tahun ke depan. Penandatanganan dilakukan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif di Teheran. Dibutuhkan waktu setidaknya lima tahun untuk membuat kesepakatan sebelum akhirnya terjadi penandatanganan.

Tiongkok maupun Iran sama-sama menjadi musuh bersama negara-negara Barat. Mereka juga masuk daftar sanksi AS. Detail kesepakatan belum diungkap. Namun dari draf yang beredar tahun lalu, Tiongkok akan berinvestasi di Iran dalam bidang energi nuklir, transfer teknologi pertahanan, pelabuhan, perkeretaapian, dan bidang infratruktur lainnya. Sebagai gantinya, Iran akan menyuplai kebutuhan minyak Tiongkok.

Dua negara juga sepakat mendirikan Bank Iran-Tiongkok. Bank tersebut bisa menjadi jalan bagi Teheran untuk menghindari sanksi AS. Selama ini AS memblokir Iran dari sistem perbankan global. (sha/c6/bay) 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara