SEPANJANG 2020, di UPTD Puskesmas Gunung Bahagia, hipertensi primer alias tekanan darah tinggi menduduki peringkat pertama dalam daftar 10 besar penyakit di wilayah tersebut. Prevalensinya yaitu 2.568, dengan laki-laki 1.049, dan 1.519 perempuan.
Tahun ini, tercatat Januari hingga Selasa (27/4), hipertensi menduduki peringkat kedua penyakit yang paling banyak didapat masyarakat dengan jumlah 613 orang. Kasus pada 2021 terdapat 171 laki-laki dan 331 perempuan.
Kepala UPTD Puskesmas Gunung Bahagia Sulaiman menjelaskan, data itu memperlihatkan kecenderungan kasus hipertensi primer lebih banyak menyasar perempuan dibanding laki-laki. Banyak orang yang tidak menyadari gejala awal hipertensi primer. Penderita bisa mengetahuinya lewat pemeriksaan medis secara berkala. Penegakan diagnosis hipertensi dilakukan dengan pengukuran darah minimal dua kali dengan jarak satu minggu.
“Hipertensi primer merupakan yang tidak diketahui penyebabnya. Namun, ahli menyimpulkan gaya hidup dan pola makan tidak sehat dapat memicu terjadinya. Malas berolahraga, berat badan berlebih, dan stres, termasuk faktor risikonya,” jelas dia.
Hipertensi juga sering muncul saat Ramadan. Hal itu disebabkan adanya perubahan pola makan dan tidur, sehingga menyebabkan fluktuasi tekanan darah, proses metabolism dalam tubuh berjalan lambat. Efek yang muncul adalah penumpukan lemak terjadi lebih cepat.
Namun, penderita hipertensi ringan hingga sedang dapat tetap berpuasa dengan memerhatikan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, dan mengikuti saran pengobatan dari dokter.
Sulaiman melanjutkan, selama menjalankan ibadah Ramadan, penderita hipertensi harus mengendalikan tekanan darahnya, dan meminum obat secara teratur. Obat tekanan darah bisa diminum cukup satu atau dua kali dalam sehari, sehingga bisa diminum saat sahur atau berbuka.
“Hipertensi dapat bertambah parah saat puasa jika mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti saat berbuka banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan garam, makanan kaleng, makanan yang berbumbu dengan kandungan natrium yang tinggi seperti MSG atau micin, saus tomat, saus sambal, kecap dan makanan yang mengandung kolesterol hewani seperti mentega, keju, kulit ayam, mayones, jeroan,” ucapnya.
Adapun tips bagi penderita hipertensi agar dapat dikendalikan saat berpuasa yaitu berbuka dan sahur dengan makanan yang sehat, menghindari makanan bersantan, asin dan berlemak. Menghindari minuman manis seperti teh, kopi ataupun manisan.
Ganti dengan mengonsumsi buah-buahan, minum air putih sebanyak delapan gelas setiap hari, rutin minum obat sesuai anjuran dokter, rajin bergerak, dan mengatur pola tidur agar mendapatkan istirahat yang cukup. (pms/pus/dra/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria