BALIKPAPAN- Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan melakukan market sounding proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) guna mendapat investor di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Manggar.
Hal tersebut untuk mengantisipasi peningkatan jumlah sampah, seiring pertambahan penduduk. Apalagi ke depan, Balikpapan sebagai kota penyangga IKN diprediksi akan menerima banyak pindahan penduduk setelah IKN dipindahkan ke Kaltim.
Jumlah penduduk meningkat berkorelasi dengan bertambahnya volume sampah.
Sekretaris DLH Kota Balikpapan Nursyamsiarni mengatakan, Kementerian Keuangan dan PUPR bersedia membantu daerah dalam penyusunan KPBU TPA Manggar.
“Proses kajian kita lakukan dengan berusaha menjaring masukan dari stakeholder. Kami lakukan sebelumnya melalui konsultasi publik. Tahapan berikutnya bagaimana kita mencoba penjajakan terhadap kemungkinan calon-calon investor untuk melihat dari sisi teknis ekonomis,” ujarnya, Minggu (22/8).
Menurut dia, market sounding yang telah dilakukan pekan lalu ini merupakan tahap awal. Dari situ, investor bisa mendapatkan informasi soal TPA Manggar ini.
Ia menyampaikan, ada 14 inovasi yang sebelumnya telah dikaji dan ada empat inovasi yang direkomendasikan. “Inovasi tersebut menjadi acuan atau gambaran bagi investor. Tetapi kalau mereka memiliki inovasi lainnya kami masih terbuka,” katanya.
Nursyamsiarni mengatakan, kajian sudah disusun oleh tim konsultan dan mengumpulkan saran dan masukan terhadap proyek desain pendukung lainnya.
“Tahapan proyek ini masih panjang. Kami juga banyak dapat masukan proyek ini. Jika proyek ini berhasil, akan menjadi proyek KPBU yang dapat menjadikan percontohan kota lain,” jelasnya.
Proyek ini sebagai upaya Pemkot Balikpapan menuju kota nyaman dan bersih.
Sebagai informasi, total lahan TPA Manggar mencapai 43 hektare yang dibagi menjadi tujuh zona. Di antaranya terdapat empat zona yang tidak aktif atau tidak bisa diolah lagi.
Data Kaltim Post, penimbunan sampah di Balikpapan mencapai 0,75 kilogram per orang dalam sehari, dengan perkiraan timbunan sampah 400-an ton per hari. (aji/ms/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria