SAMARINDA–Rencana penyelesaian dampak sosial warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) masih berproses. Dua organisasi perangkat daerah (OPD) masih melakukan sinkronisasi data, yakni antara Bidang Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Diserkim).
Kabid Pertanahan Dinas PUPR Samarinda Igantius Harry Sutadi mengatakan, pihaknya masih menanti hasil verifikasi atas pengukuran yang telah dilakukan pihaknya pada Juli lalu. Data tersebut akan dibandingkan dengan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT) yang dibuat Disperkim Samarinda. “Jika ada perbedaan agar bisa disesuaikan. Kami harap, prosesnya segera selesai, sehingga bisa berjalan ke tahap selanjutnya,” ucap dia.
Setelah ini, data yang final akan dipaparkan kembali ke warga terdampak, ditegaskan lewat penandatanganan berita acara. Tujuannya agar data yang disampaikan ke tim apparaisal (kantor jasa penilai publik/KJPP) adalah data akhir tanpa bisa diubah. “Kami belajar dari kegiatan sebelumnya. Saat perhitungan nilai ganti rugi, warga banyak protes ukuran lahan tidak sesuai. Itu mengganggu kerja tim appraisal,” jelasnya.
Dia menambahkan, pendataan berjalan simultan dengan kegiatan lain karena beberapa program pembebasan lahan lain juga tengah berproses tahun ini. Namun, pihaknya memastikan bahwa lahan terdampak di tiga kecamatan ada segmen Jembatan Ruhui Rahayu-Jembatan Agus Salim (Jembatan Baru/JB) berada di lahan pemerintah, sehingga warga terdampak akan diberikan santunan atau dana kerahiman sesuai aturan yang berlaku. “Hanya ada dua-tiga bidang lahan atau bangunan yang mengantongi sertifikat. Untuk itu juga kami koordinasikan dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk memastikan statusnya,” singkat dia.
Sebelumnya, program normalisasi SKM tengah berjalan, antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Penatan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim melakukan pengerukan SKM serta Polder Voorvo sebagai bagian dari satu sistem. Sedangkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV tengah mengerjakan penurapan di segmen Jembatan Ruhui Rahayu, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. (dra/k8)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46