Penyandang disabilitas selalu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Langkah ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri.
PENYERAHAN bantuan asistensi rehabilitasi sosial (atensi) klaster disabilitas Kota Balikpapan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu “Prof DR Soeharso” Surakarta dilaksanakan di aula Kecamatan Balikpapan Barat, Senin (7/8).
Terdapat 65 penyandang disabilitas di Kecamatan Balikpapan Barat yang memperoleh bantuan berupa paket sembako.
Penyaluran bantuan dilakukan perwakilan Sentra Terpadu Surakarta didampingi Kepala Dinas Sosial Balikpapan Edy Gunawan serta Camat Balikpapan Barat Muhammad Arief Fadhillah.
Muhammad Arief sangat berterima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia
(Kemensos) yang sangat peduli terhadap warga disabilitas, khususnya di Balikpapan Barat. Pemberian bantuan sembako ini menjadi salah satu bentuk perhatian oleh pemerintah kepada warga berkebutuhan khusus tersebut.
“Mudah-mudahan melalui bantuan ini saudara-saudara kita penyandang disabilitas bisa terus berdaya di masyarakat. Bantuan itu bisa bermanfaat bagi mereka, menyemangati dan memerhatikan mereka bahwa mereka tidak sendiri, ini bentuk kepedulian pemerintah dan diharapkan bisa berlanjut dengan hal-hal lain yang menyesuaikan kebutuhannya,” imbuh Arief.
Kepala Dissos Kota Balikpapan Edy Gunawan menuturkan, pemberian sembako di Kota Balikpapan melalui bantuan program Atensi Kemensos ada sebanyak 151 penyandang disabilitas di Kota Balikpapan yang menerimanya.
Dia mengatakan, ke depannya melalui program ini kembali memberikan bantuan modal usaha, baik itu untuk disabilitas maupun warga kurang mampu lainnya. “Termasuk pemberian bantuan gelang alarm bagi teman tuli bila Balikpapan mendapatkan bantuan tersebut dari pusat,” ucapnya.
Bantuan atensi bagi disabilitas yang tepat sasaran ini berupa paket sembako yang mencakup beras 20 kilogram, minyak 4 liter, sarden, kue kaleng, kacang hijau, dan lainnya. Yang berjumlah Rp 223.905.000 untuk klaster disabilitas di Kota Balikpapan.
“Bagusnya ini pembelian sembako tersebut dilakukan oleh Kemensos RI melalui pemenang tender yang diarahkan untuk membeli sembakonya dari pedagang maupun toko-toko yang ada di Balikpapan. Artinya, perputaran ekonomi tetap berjalan di Kota Balikpapan. Ini bagus sekali,” ungkap Edy.
Pihaknya berharap, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga berkebutuhan khusus tersebut. Dengan kondisi yang terbatas termasuk keluarga kurang mampu dapat perhatian bantuan Kemensos RI.
“Mudahan itu bisa bermanfaat, berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Pesan saya ini jangan dijual untuk dijadikan pulsa atau rokok. Tetapi digunakan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.
Bantuan atensi untuk klaster disabilitas di Kota Balikpapan ini merupakan yang pertama. Ini adalah tugas bersama untuk memberi kepercayaan kembali kepada mereka.
“Dan kami juga siap memberikan bantuan-bantuan lainnya baik itu dalam pelatihan, keterampilan untuk meningkatkan kapasitas SDM-nya yang sesuai kemampuannya dan termasuk mengembalikan kepercayaan bahwa mereka bisa dan mampu memberi peran dan tidak merasa minder di lingkungan dalam bermasyarakat,” pungkas Edy. (pms/ind/k8)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917
Editor : izak-Indra Zakaria