Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pelari yang Tinggal Nomor di Dada

izak-Indra Zakaria • Senin, 11 September 2023 - 16:36 WIB
Photo
Photo

Oleh: Adiel Kundara

Wartawan Kaltim Post

 

 

 

Dia pernah menginjak garis ini

Dia pernah memutus pita ini

Sebelum yang lain mendahului

Pernah tersungging seutas

senyum di bibir

Pernah terngiang teriakan

syukur nan getir

Kini semua berakhir

Medali kemenangan juga tinggal terukir dalam piagam lusuh

Sebab jauh hari telah dijualnya untuk menyambung hidup

Seisi rumah tinggal kenangan dan memori yang tiada terganti

Cuma tergantung di dinding

dengan rapi

Sebuah nomor dada berkain lapuk

Tinggal itu saja..

 

====================

Kemenangan Sementara

 

Senyum boleh menyeringai

Tersimpul di antara senyum bangga

Tawa boleh terderai

Menyapa kepada sesama

Ingat, sobat!

Ini bukan akhir

Masih ada masa depan terukir

Kemenangan hanya efek samping

dari perjuangan

Kebanggaan hanya sisi lain kehidupan

Segalanya belum selesai

Masih ada penantian di ujung batas waktu

Yang menantang kita

Kelemahan lawan bukan untuk ditertawakan

Kekalahan musuh bukan untuk diremehkan

Itulah cobaan

Yang merekahkan congkak

dan kesombongan

Maka, bukanlah atas segalanya

Pertarungan di bumi ini tiada pernah

Sempurna

 

=====================

Mengejar Piala

 

Apa yang mereka cari dari perjalanan panjang dan melelahkan ini?

Apa yang mereka tuju dari segenap usaha dan berdiam diri?

Kenyataan perasaan.. ataukah terwujudnya harapan?

Hanya bertaruh waktu dan

detik demi detik yang berlalu

Memapah ketangguhan diri

yang semakin payah

Sebab tanpa keikhlasan!

Hanya dituntut tanggung jawab yang

disebutnya sebagai “pengabdian”

Cuma dirayu balasan berasusila yang

disebutnya sebagai “penghargaan”

Dan tergoda benda mati tak berharga yang

mereka sebut sebagai “piala”

Dikejar sampai jauh

Ada yang berlari, menyelam, bertarung segala rupa

Tanpa mereka sadari

Adalah hari tua nanti menjemput mereka

Dengan tangan hampa

Sebab pengabdian, penghargaan dan piala

Hanyalah sepenggal hidup yang nanti tiada makna

Terkenang, tapi takkan dikenang

 

===============

Melawan Kekalahan

 

Kekalahan hanyalah salah satu episode

Dari elegi sebuah semangat dan dedikasi

Sebab takkan ada kekalahan

Ada hanyalah keberhasilan yang tertunda

Bukan kekalahan yang kekal

Tekad tinggi berdiri

menjulang menantang

Malu jika hanya kalah

dengan kekalahan

Semangat kokoh merengkuh

hati nan kukuh

Tak layak dipersandingkan tangis, sebab kekalahan

Hanya ingat tekad dan

semangat bersama

Kekalahan bukan beban

Hanya sejumput cobaan Tuhan

Maka jangan permalukan

Diri yang tegar, hanya dengan kekalahan!

==================

Hilang di Medan Laga

 

Dengarkan cucuku, cerita kakekmu yang kini hanya berkaki kiri

Jangan engkau menjadi seperti

kakek ini

Seorang pelari yang susah

di senja hari

Jika kau ingin berlari, jangan lari

di medan lintas

Lari saja mengejar mimpi yang

pasti kau dapati

 

Sebab tak ingin kakek melihat

kau juga hanya berkaki kiri

biar kakek saja

jadilah insinyur, atau petani saja

jangan jadi pelari

sebab masa tuamu akan seperti kakek ini

 

============

Dalam Satu Tonggak

 

Biar kau tertelungkup memeluk tanah

Biar kau retak dan hampir patah

Biar kau lunglai melemah

Tetap terlihat tegar tak kenal lelah..

 

Entah siapa sang ibu?

Jati, mahoni...

Atau hanya rotan dan damar

Tetap adalah kau dan aku.. tonggak bersatu

 

Tak peduli pua di mana rumah berada

Hutan belantara, bakau...

Atau hanya pekarangan dan sawah

Tetap adalah kita, tonggak berpadu

 

Tiada kenal, tak ingat rupa pula

Tapi ketika sang kala menautkan kita

Dalam pertempuran di medan perang

Maka kita..

Tonggak-tonggak setia, akan tetap berdiri

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#sastra