Oleh: Adiel Kundara
Wartawan Kaltim Post
Dia pernah menginjak garis ini
Dia pernah memutus pita ini
Sebelum yang lain mendahului
Pernah tersungging seutas
senyum di bibir
Pernah terngiang teriakan
syukur nan getir
Kini semua berakhir
Medali kemenangan juga tinggal terukir dalam piagam lusuh
Sebab jauh hari telah dijualnya untuk menyambung hidup
Seisi rumah tinggal kenangan dan memori yang tiada terganti
Cuma tergantung di dinding
dengan rapi
Sebuah nomor dada berkain lapuk
Tinggal itu saja..
====================
Kemenangan Sementara
Senyum boleh menyeringai
Tersimpul di antara senyum bangga
Tawa boleh terderai
Menyapa kepada sesama
Ingat, sobat!
Ini bukan akhir
Masih ada masa depan terukir
Kemenangan hanya efek samping
dari perjuangan
Kebanggaan hanya sisi lain kehidupan
Segalanya belum selesai
Masih ada penantian di ujung batas waktu
Yang menantang kita
Kelemahan lawan bukan untuk ditertawakan
Kekalahan musuh bukan untuk diremehkan
Itulah cobaan
Yang merekahkan congkak
dan kesombongan
Maka, bukanlah atas segalanya
Pertarungan di bumi ini tiada pernah
Sempurna
=====================
Mengejar Piala
Apa yang mereka cari dari perjalanan panjang dan melelahkan ini?
Apa yang mereka tuju dari segenap usaha dan berdiam diri?
Kenyataan perasaan.. ataukah terwujudnya harapan?
Hanya bertaruh waktu dan
detik demi detik yang berlalu
Memapah ketangguhan diri
yang semakin payah
Sebab tanpa keikhlasan!
Hanya dituntut tanggung jawab yang
disebutnya sebagai “pengabdian”
Cuma dirayu balasan berasusila yang
disebutnya sebagai “penghargaan”
Dan tergoda benda mati tak berharga yang
mereka sebut sebagai “piala”
Dikejar sampai jauh
Ada yang berlari, menyelam, bertarung segala rupa
Tanpa mereka sadari
Adalah hari tua nanti menjemput mereka
Dengan tangan hampa
Sebab pengabdian, penghargaan dan piala
Hanyalah sepenggal hidup yang nanti tiada makna
Terkenang, tapi takkan dikenang
===============
Melawan Kekalahan
Kekalahan hanyalah salah satu episode
Dari elegi sebuah semangat dan dedikasi
Sebab takkan ada kekalahan
Ada hanyalah keberhasilan yang tertunda
Bukan kekalahan yang kekal
Tekad tinggi berdiri
menjulang menantang
Malu jika hanya kalah
dengan kekalahan
Semangat kokoh merengkuh
hati nan kukuh
Tak layak dipersandingkan tangis, sebab kekalahan
Hanya ingat tekad dan
semangat bersama
Kekalahan bukan beban
Hanya sejumput cobaan Tuhan
Maka jangan permalukan
Diri yang tegar, hanya dengan kekalahan!
==================
Hilang di Medan Laga
Dengarkan cucuku, cerita kakekmu yang kini hanya berkaki kiri
Jangan engkau menjadi seperti
kakek ini
Seorang pelari yang susah
di senja hari
Jika kau ingin berlari, jangan lari
di medan lintas
Lari saja mengejar mimpi yang
pasti kau dapati
Sebab tak ingin kakek melihat
kau juga hanya berkaki kiri
biar kakek saja
jadilah insinyur, atau petani saja
jangan jadi pelari
sebab masa tuamu akan seperti kakek ini
============
Dalam Satu Tonggak
Biar kau tertelungkup memeluk tanah
Biar kau retak dan hampir patah
Biar kau lunglai melemah
Tetap terlihat tegar tak kenal lelah..
Entah siapa sang ibu?
Jati, mahoni...
Atau hanya rotan dan damar
Tetap adalah kau dan aku.. tonggak bersatu
Tak peduli pua di mana rumah berada
Hutan belantara, bakau...
Atau hanya pekarangan dan sawah
Tetap adalah kita, tonggak berpadu
Tiada kenal, tak ingat rupa pula
Tapi ketika sang kala menautkan kita
Dalam pertempuran di medan perang
Maka kita..
Tonggak-tonggak setia, akan tetap berdiri
Editor : izak-Indra Zakaria