Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Air Sodetan Bendungan Tak Bisa Dimanfaatkan, Sabtu Depan, Perumda AMDT Berlakukan Giliran

izak-Indra Zakaria • 2023-10-12 14:54:03
TAK BISA DIMANFAATKAN: Air sodetan dari Bendungan Lawelawe ini tak bisa dimanfaatkan oleh Perumda AMDT karena terdapat potensi merusak tubuh bendungan.(ari/kp)
TAK BISA DIMANFAATKAN: Air sodetan dari Bendungan Lawelawe ini tak bisa dimanfaatkan oleh Perumda AMDT karena terdapat potensi merusak tubuh bendungan.(ari/kp)

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di daerah ini terus dilakukan.

 

PENAJAM-Penyodetan Bendungan Lawelawe di Kecamatan Penajam, PPU yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU untuk mengalirkan sisa air ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lawelawe, kemarin, sebagai air baku tak bisa dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU.

“Saat ini, pemanfaatan air baku pada bendungan belum dapat dimanfaatkan karena terdapat potensi dapat merusak tubuh bendungan. Sehingga, opsi tersisa saat ini adalah memanfaatkan genangan di area tanah milik PT Pertamina (Persero) yang dimanfaatkan masyarakat, dan genangan bekas kegiatan pembangunan bendungan di samping bendungan,” kata Abdul Rasyid, direktur Perumda AMDT PPU, Rabu (11/10).

Kendati demikian, lanjut dia, opsi ini, dikhawatirkan hanya bertahan satu atau dua pekan ke depan. Untuk itu, kata dia, mengantisipasi semakin berkurangnya air baku tersebut mulai Sabtu, 14 Oktober 2023, khusus wilayah pelayanan Kecamatan Penajam hingga Petung yang berjumlah 9 ribu sambungan rumah (SR) akan diberlakukan bergiliran dengan cara membagi empat zona atau empat sif penyaluran. Ia mengimbau masyarakat untuk menampung air dan melakukan penghematan.

“Semoga segera turun hujan,” ujarnya.

Menyinggung layanan air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Abdul Rasyid mengungkapkan, saat ini telah memasuki bulan kedua penghentian layanan dan akan segera dilakukan normalisasi Embung Sotek. Dia berharap, dengan upaya itu ke depan dapat mengantisipasi ancaman musim kemarau panjang seperti terjadi sekarang ini. “Untuk pelayanan air bersih di Babulu saat ini, air baku masih tersedia di kisaran 50 sentimeter, dan  untuk Maridan, Kecamatan Sepaku, dan Waru masih tersedia hingga beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan pula, khusus Sepaku saat ini kondisi air baku juga mengalami kekeringan, dan Perumda AMDT terus berkoordinasi dengan balai prasarana permukiman wilayah (BPPW) Kaltim dan pengelola bendungan agar air yang masuk ke Bendungan Sepaku-Semoi juga dapat dialirkan ke Sungai Tengin, sehingga air baku tersedia untuk dilakukan pengolahan.

Seperti diwartakan, Pemkab PPU berusaha mengatasi kekeringan akibat musim kemarau ini. Salah satunya, normalisasi saluran air yang tersisa pada Bendungan Lawelawe, Kecamatan Penajam, PPU, sehingga tertampung ke IPA Lawelawe yang dikelola oleh Perumda AMDT PPU. “Yang memisahkan dua genangan ini sepanjang 250 meter disodet menggunakan ekskavator amfibi. Airnya dialirkan ke intake Perumda AMDT,” kata Riviana Noor, kepala Dinas PUPR PPU, Selasa (10/10).

Pekerjaan penyodetan ini melibatkan Perumda AMDT sebagai tindak lanjut rapat permasalahan air baku Perumda AMDT di ruang rapat sekretaris kabupaten Lantai II Kantor Bupati PPU, Senin (9/10). Rapat membahas berbagai upaya untuk pemenuhan air bersih di tengah-tengah musim kemarau yang diperparah pula oleh fenomena el nino, yang sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi sejak Agustus 2023 lalu. (far/k15)

 

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria