Hari menopause sedunia jatuh pada 18 Oktober. Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina Surabaya menggelar health talk untuk mengenal lebih dekat tentang menopause dan andropause.
Dokter spesialis andrologi Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina Cennikon Pakpahan SpAnd mengatakan, usia bertambah tua, tentu fungsi dan kerja tubuh juga mengalami perubahan dan penyesuaian dengan tahap yang baru. Baik laki-laki dan perempuan akan mengalami penyesuaian dengan pertambahan usia.
”Tujuan health talk ini sebagai upaya meningkatkan awareness masyarakat terhadap Menopause dan Andropause,” kata Dokter spesialis andrologi Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina Surabaya Cennikon Pakpahan.
Dalam health talk yang bakal digelar pada Minggu 22 Oktober itu juga menghadirkan dokter Sonny Iwan Santoso SpOG. Dokter Sonny juga merupakan dokter dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina Surabaya.
”Tujuannya sebagai upaya meningkatkan awareness masyarakat terhadap menopause dan andropause. Masyarakat bisa mendaftar melalui Whatsapp 0811-3169-289,’’ kata dr. Cennikon Pakpahan, salah satu pembicara seminar yang juga dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ferina.
Sonny mengungkapkan, menopause dan andropause adalah tahap selanjutnya yang akan dihadapi laki-laki dan perempuan ketika usia semakin bertambah. Menopause dan andropause, merupakan suatu tahap dalam kehidupan yang jarang dipaparkan namun mempunyai pengaruh besar di dalam kehidupan seseorang.
”Menjadi tua seperti sebuah takdir yang seolah-olah hanya dijalani begitu saja. Padahal usia bertambah, menopause dan andropause menanti bukan menjadi penghalang tetap menikmati hidup yang berkualitas di masa usia lanjut,” ujar Sonny.
Nah, ada tiga tip yang bisa membuat ladies tetap happy meski menopause. Pertama, tetap rutin berolahraga. Menopause bukan berarti stop berolahraga dan wajib banget menghindari rokok hingga alkohol. Kedua, medical check up. Terdengar klise. Tapi, kapan terakhir kali check up mom?
Check up itu membantu ladies mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh lebih dini. Terakhirnya, pemeriksaan kepadatan tulang tak kalah penting. Yakni, Bone Mineral Densitometry (BMD) yang bakal bantu mengetahui kondisi kepadatan tulang untuk cegah osteoporosis.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria