Hidayatullah dinilai berperan nyata dalam pembentukan karakter pemuda, memperkuat keimanan, dan menjawab tantangan zaman.
===================
Akhir pekan ini, 20 ribu dai dan daiyah Hidayatullah dari seluruh Indonesia berkumpul di Balikpapan. Mereka menghadiri Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah, yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis (23/11) hingga Minggu (26/11) di Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.
Silatnas Hidayatullah 2023 mengusung tema “50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI yang Beradab” ini dibuka Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. Pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 digelar di Lapangan Aglasra Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kamis (23/11).
Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi kiprah nyata Hidayatullah. Menurutnya, keberhasilan Hidayatullah tidak hanya tecermin dari angka statistik. “Lebih dari itu, yakni kiprah nyata pembentukan karakter pemuda tangguh, memperkuat keimanan, dan menjawab tantangan zaman,” ujar Saiful Rahmat Dasuki.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam video sambutannya juga menyampaikan bahwa Hidayatullah merupakan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berpegang pada nilai-nilai Islam yang moderat dan konstruktif. Ia juga menilai Hidayatullah dapat menjalankan langkah strategis memajukan umat.
“Saya memandang Hidayatullah sebagai salah satu ormas Islam yang mampu menjalankan langkah strategis, untuk membentuk wawasan dan komitmen guna memajukan umat Islam di Indonesia,” katanya.
Ma’ruf Amin juga mendorong Hidayatullah mengambil peran aktif pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Kolaborasi semua ormas Islam dalam memperkuat jaringan sendi-sendi ekonomi syariah sangat penting untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan umat. Dia juga mengajak bersama-sama bekerja menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan bermartabat sesuai dengan ajaran kaidah ekonomi Islam.
Di samping itu, wapres mengapresiasi Hidayatullah atas konsistensinya dalam mempromosikan nilai Islam wasathiyah yakni Islam yang santun, damai, toleran, dan berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa. “Peran ini sangat penting untuk mengukuhkan pilar-pilar stabilitas dan perekat kerukunan antar-umat beragama di negeri ini,” katanya.
Menurutnya, membangun mental kebangsaan yang unggul, berkarakter, beradab, dan agamais adalah landasan moral penting bagi pembangunan negara. Upaya ini, kata wapres, tentu tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau negara, tetapi juga membutuhkan dukungan dan peran serta berbagai elemen bangsa.
“Di antaranya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Hidayatullah, yakni dalam menebarkan ajaran harmoni dan kerukunan antar-umat beragama, perdamaian, kasih sayang, dan keadilan,” kata Ma’ruf Amin.
Wapres juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian para kader, anggota, dan seluruh komunitas Hidayatullah yang telah menjaga dan menyebarkan komitmen mereka terhadap nilai Islam yang moderat dan konstruktif. Di mana, dalam perjuangan perjalanan Hidayatullah tentu telah banyak tantangan dan ujian yang dijalani.
"Saya berharap semangat dan tekad mulia yang selama ini dipegang teguh dapat terus dijaga keberlangsungannya oleh generasi penerus Hidayatullah,” imbuhnya.
Dia juga mengharapkan Hidayatullah terus memperkukuh komitmen keumatan dan kebangsaan serta menjadi salah satu penjaga perjalanan bangsa dan negara ke depan. “Semoga organisasi ini terus menjadi pionir dalam memperkukuh komitmen keumatan dan kebangsaan serta menjadi salah satu penjaga perjalanan bangsa dan negara ke depan,” tandasnya. (dwi/k8)
RIKIP AGUSTANI
Editor : izak-Indra Zakaria