SAMARINDA - Kasus gatal-gatal pada kulit warga di sekitar Taman Bebaya Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, turut dipantau Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diharapkan menangani penyebaran serangga tersebut.
Sementara bagi warga yang kena dampak gatal-gatal bisa berobat sendiri dari rumah atau memeriksakan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat yakni puskesmas Karang Asam.
Kepala Diskes Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, masalah ulat bulu di Taman Bebaya merupakan kasus berulang. Sebelumnya, pada 26 Oktober lalu pihaknya meminta puskesmas Karang Asam melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di kawasan tersebut, memeriksa warga yang terkena gatal-gatal di RT 14, RT 15, serta siswa SD 009, termasuk pengambilan sampel air bersih dan air minum di rumah dan sekolah.
“Yah hasilnya, bahwa adanya keterkaitan kasus gatal-gatal berkaitan dengan banyaknya ulat bulu di Taman Bebaya,” ucapnya, Minggu (17/12).
Dia menerangkan, dalam surat pemberitahuan hasil PE tersebut meminta OPD terkait melakukan penanganan dalam hal ini DLH atau Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani). Agar mengatasi penyebaran ulat bulu di taman tersebut, termasuk pada kejadian kedua ini. “Ranah DLH atau Dinas Ketapang Tani terkait penyebaran ulat bulu, sedangkan kami akan menangani kalau sudah bergejala ke manusia,” ucapnya.
Namun, dia menegaskan, secara umum efek ulat bulu terhadap manusia tidak membahayakan dan tidak menimbulkan infeksi yang serius. Kalau memang warga mau berobat sendiri dari rumah dapat membeli obat antigatal atau antihistamin di apotik atau toko obat terdekat. “Kami tetap mengobati warga yang datang ke puskesmas,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pejabat Fungsional Pengendalian Dampak Lingkungan, bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan, DLH Samarinda, Ronny Alfiany mengatakan bahwa penutupan Taman Bebaya telah dilakukan sejak Selasa (12/12) lalu, setelah petugas kebersihan di sana melaporkan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh diduga kena ulat bulu.
"Kami ambil tindakan menutup sementara taman tersebut sambil kami lakukan penanganan dengan penyemprotan cairan antihama di sana," ucapnya, Jumat (15/12). (kri/k16)
DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : izak-Indra Zakaria